Bulan: Oktober 2018

LBH Situmeang Gelar Diskusi Sumpah Pemuda Ungkap Maladministrasi di BPN Kabupaten Tangerang

PantauNusantara.com KABUPATEN TANGERANG –  Pelayanan publik di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang diindikasikan terjadi maladministrasi dan penyalahgunaan pelayanan yang mengakibatkan kerugian materil serta imateril terhadap masyarakat. Lembaga tersebut dinilai tidak memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap masyarakat. Dalam beberapa pelayanan banyak yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Hal itu diungkapkan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Situmeang, Anri Saputra Situmeang dalam diskusi memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan tema “Peran Pemuda Dalam Kajian Hukum Terkait Maladministrasi di Instansi BPN Kabupaten Tangerang” di Happy Coffee Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Senin siang 29 Oktober 2018.

Menurut Direktur LBH Situmeang, Anri Saputra Situmeang dalam acara tersebut pihaknya mengundang Kepala BPN /ATR Kabupaten Tangerang dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. Namun sangat disesalkan kedua petinggi lembaga tersebut tidak hadir.

“Kami telah mengundang Kepala BPN/ATR Kabupaten Tangerang dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. Ternyata beliau-beliau tidak hadir dan tidak ada utusan yang mewakilinya. Mustinya beliau-beliau berkenan hadir di sini untuk berdiskusi bersama mencari penyelesaian permaslahan,” ungkap Anri Saputra Situmeang.

Hadir dalam acara itu Penasehat LBH Situmeang, Dasterius Situmeang dan seluruh jajaran. Acara dipandu Yuli Andiani dan Daniel Lumbantoruan Sihombing.

Pengamat pelayanan dan kebijakan publik Dedi Setiadi yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menegaskan hendaknya BPN memberikan pelayanan sesuai SOP. Sebab kinerja lembaga ini dipantau Ombudsman. Ini semua diatur dalam Peraturan BPN 1/2010.

“BPN harus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat,” ungkap Dedi.

Ketua Divisi Hukum Perdata LBH Situmeang, Bani Irwan menyoroti tiga hal pelayanan di BPN Kabupaten Tangerang. Yakni balik nama, pemberian hak dan pembuatan sertifikat. Di ketiga pelayanan tersebut, menurut Bani Irwan sangat tampak terjadi maladministrasi yang berpotensi perbuatan korupsi.

“Balik nama seharusnya selesai dua jam, ternyata bisa tiga hari. Pemberian hak harusnya 38 hari, bisa mulur sampe 2,5 bulan. Pembuatan sertifikat tanah seharusnya 98 hari, hasilnya satu tahun belum selesai. Laporan masyarakat ini ga maen-maen” ungkap Bani Irwan.

Bani Irwan menyebut maladministrasi di lembaga ini terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Hal ini menurutnya akan menghilangkan kepercayaan publik terhadap BPN.

Direktur LBH Situmeang, Anri Saputra Situmeang mengungkapkan BPN sebagai lembaga pemerintah yang memberikan pelayanan publik harusnya BPN mempermudah masyarakat.

“Kami, pemuda memantau pelayanan publik. Jangan cuma semboyan ‘Ikhlas Melayani Anda’. Kami sebagai pemuda lebih mengedepankan pencegahan ketimbang penindakan,” tegas Anri Saputra Situmeang.

Anri meminta kepada Divisi Hukum Perdata LBH Situmeang untuk melakukan pelaporan kepada inspektorat dan Ombudsman terkait maladministrasi di BPN Kabupaten Tangerang.***

Ateng Sanusih

Caleg DPRD Kota Tangerang Berharap Pemuda Dapat Bangkit dan Jalin Persatuan

Caleg DPRD Kota Tangerang Berharap Pemuda Dapat Bangkit dan Jalin Persatuan

pantaunusantara.com, KOTA TANGERANG – Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda dengan berbagai acara di masing masing Kab/Kota lainnya dengan tujuan mengakomodir semangat Pemuda di wilayahnya, tidak terkecuali di Kota Tangerang yang juga melaksanakan kegiatan Apel Sumpah Pemuda di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dan Kemah Bakti Sosial Pemuda pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 27-28 oktober 2018 di Lapangan Yonif 203, Jatiuwung Kota Tangerang.

Acara ini dihadiri oleh PPMI Kota Tangerang dan diikuti oleh perwakilan organisasi Pemuda yang ada di Kota Tangerang, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai macam kegiatan yg mempererat kesatuan.

“Acara ini harus lebih ditingkatkan kembali dan lebih diaktifkan dalam segala hal, karena pemuda adalah agen perubahan suatu Negara,” ujar Sulthan Nashir Musthafa, Ketua PPMI Kota Tangerang. Senin (29/10/2018)

Lebih lanjut ia mengatakan, pemuda harus bangkit dan dapat merangkul untuk persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. “Pemuda harus selalu bergerak dan berkembang sehingga kejadian yang membuat memecah belah Bangsa tidak akan terjadi. Karena Pemuda harus bisa memberikan contoh terbaik dan kerja nyata kepada warga sekitar sehingga tejadi korelasi yang pas dengan tujuan pembangunan Negara dan daerahnya “Ujar Sulthan Nashir Musthafa, S.I.Kom yang juga maju sebagai Caleg DPRD Kota Tangerang Dapil 5 PAN Kec Cibodas, Jatiwung, Periuk, nomor urut 7.

Ratusan Pemuda Saksikan Penandatanganan Kerjasama Rutan Rangkasbitung Dengan Odoj Lebak

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page WordSection1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} –>

pantaunusantara.com, RANGKASBITUNG – Hari Sumpah Pemuda ke- 90 yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober menjadi hari yang benar-benar bersejarah bagi Ratusan Pemuda-Pemudi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung, hal tersebut menyusul telah ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rutan Rangksabitung dengan One Day One Juz Dewan Pengurus Area Kabupaten Lebak, di Lapangan Serbaguna pada Pelaksanaan Upacara Hari Sumpah Pemuda, Senin (29/10)

PKS tersebut terkait dukungan tambahan dari Odoj Lebak dalam pembinaan Keagamaan bagi santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Al-Maghfiroh.

“Kami apresiasi dihari bersejarah ini, ada sebuah komunitas dan lembaga yang berkomitmen dan secara sukarela ingin bekerjasama dalam mendukungan kegiatan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Rangkasbitung yang kita sebut selama ini santriwan dan santriwati. Sungguh nilai dan niat yang sangat mulia semoga Allah swt melancarkan niat baik kita semua,” kata Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra dalam sambutannya.

Karutan mengharapkan bahwa One Day One Juz merupakan sebuah kebiasan dan program yang sangat baik, oleh karenanya keteladan dan kegiatannya patut diikuti bukan hanya oleh para santri melainkan para petugas juga.

“Gerakan membaca alquran, satu hari satu ayat atau juz sungguh sangat mulia, oleh karenanya, gerakan ini patut juga diikuti oleh jajaran petugas, kedepan bukan hanya para santri, Petugas juga harus mengamalkan kegiatan ini, jika sudah menjadi kebiasaan insyallah minimal dari sisi membaca itu jadi kebiasaan, nanti kedepannya kita akan memahmi artinya, insyallah akan menambah pahala dan kelancaran kita dalam bertugas” Harap Karutan asal Sumatera Utara ini.

Menanggapi sambutan Karutan, Sekjen Odoj Lebak, Aryani menyampaikan bahwa kami turut senang bisa terlibat dalam memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi saudara-saudara kita disini. “kamipun semua turut senang, semoga dengan hadirnya kami gerakan membaca alquran bisa lebih giat disini dan tidak ada lagi warga binaan yang tidak membaca al-quran bahkan harapan kami, seluruhnya bisa mengamalkannya.” harap Aryani

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Bang Gaos: Pemuda Harus Inovatif dan Junjung Moralitas

pantaunusantara.com, KOTA SERANG – Hari Sumpah Pemuda yang ke-90 tahun yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2018 ini, diapresiasi oleh Ketua Pemuda Bulan Bintang Provinsi Banten, Gaosul Alam, A.Ma, S.Pd.I, MM, biasa disapa Bang Gaos (BG) sebagai momentum pemuda untuk berekspresi menjadi manusia yang memiliki itikad baik untuk memajukan bangsa Indonesia.

“Pemuda harus jadi garda terdepan dan jadi pemuda yang produktif, komunikatif, aspiratif dan Inofativ. Karena pemuda merupakan ujung tombak (punggung) bangsa,” ucap Bang Gaos (BG). Minggu (28/10/2018)

Lebih lanjut, ia menilai peran pemuda untuk kemajuan bangsa teramat penting. Untuk itu, pemuda harus menyiapkan diri agar memiliki kapasitas yang sempurna di bidangnya.

“Pemuda adalah sebagai young generation bakal menjadi pemimpin bangsa. “Syubbanul yaum rijalul ghod”. Pemuda hari ini adalah pemimpin untuk hari esok,” ujar Bang Gaos (BG) aktifis Banten.

Ia juga mengingatkan pentingnya kaderisasi bagi seorang pemuda. Apabila kaderisasi tersebut tidak dijalankan, niscaya negara yang sebesar ini akan hancur.

“Negara akan hancur, apabila regenasi tidak ada. Maka, kaderisasi pemuda jangan sampai punah (Mati). Dengan urgensinya pemuda menjadi tolak ukur dalam rangka kemajuan bangsa. Dan pemuda harus mampu sebagai garda terdepan. Sebagai agent of change, agent of control dan agent of social,” ucapnya

Masih menurut Bang Gaos (BG), selain pentingnya kaderisasi, pemuda juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan menjunjung tinggi moralitas, (Save NKRI).

“Jadilah pemuda yang komunikatif, yang produktif, aspiratif yang mempunyai kapasitas, integritas dan selalu menjunjung tinggi moralitas. Hancurnya pemuda, hancurnya bangsa, (NKRI Harga Mati). Merdeka, Allahu Akbar.” ujarnya