Hari: 8 Oktober 2018

PHI Bandung Menangkan Gugatan Buruh Atas Perusahaan Unggas di Subang

Bandung – Gugatan Ade Muhidin dkk anggota Serikat Buruh Cibadak Indah Sari Farm (SBCISF) dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Dalam putusan yang dibacakan pada persidangan hari Senin tanggal 8 Oktober 2018, Majelis Hakim menetapkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau kontrak di perusahaan PT Cibadak Indah Sari Farm tidak sah karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Hakim juga menilai pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan terhadap Ade Muhidin dkk dengan alasan berakhirnya PKWT batal demi hukum.

Salah satu amar putusan Majelis dalam perkara Nomor 133/pdt.sus-PHI/2018/PN.Bdg tersebut memerintahkan PT. Cibadak Indah Sari Farm untuk mempekerjakan kembali buruh yang di-PHK (Ade Muhidin, dkk) pada bagian dan posisi semula sebagai karyawan tetap atau berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

“Terimakasih kepada kawan-kawan yang sudah membantu memberikan pengarahan serta memberi dukungan pada  perjuangan buruh Cibadak yang menuntut haknya, ini adalah salah satu bukti bahwa keteguhan dan konsistensi serta solidaritas yang terbangun sesama kawan selama ini tidak menghianati hasil perjuangan”, tutur Rachmat Saputra salah seorang Kuasa Hukum Ade Muhidin.

Putra menambahkan, meski sudah ada putusan dari pihak Pengadilan, namun dia dan teman-temannya belum berpuas diri sampai pihak perusahaan benar-benar menjalankan putusan tersebut.

“Ini baru kemenangan kecil dan semu, kami tidak akan terlarut dalam euforia sebab perjalanan masih panjang, dan perjuangan masih akan berlanjut”, tegas Putra.

PT. Cibadak merupakan perusahaan unggas yang berkantor pusat di Komplek Rasa Sayang Estate Blok C No. 20 Jl. Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Adapun gugatan yang dilayangkan oleh Ade Muhidin dkk disebabkan oleh tindakan perusahaan milik Cibadak (red. cabang) yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat  melakukan PHK tak lama setelah para buruh membentuk serikat buruh (SBCISF) yang berafiliasi pada Federasi Serikat Buruh Persatuan, salah satu federasi serikat buruh di bawah Konfederasi KASBI.

Penulis : David

Editor : Irman

Solidaritas Untuk Korban Tsunami, BPAN Kalbar Sumbang Lagu di Caffe-caffe

PONTIANAK Pantaunusantara.com-Chapo selaku kordinator Penggalangan Dana dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Wilayah Kalimantan Barat untuk korban Tsunami di Donggala dan Poso menyampaikan bahwa  penggalang dana untuk Donggala dengan cara melakukan aksi kemanusiaan mendatangi seluruh cafe-cafe dengan menyumbangkan beberapa lagu kemanusiaan, Minggu (7/10) kemarin.

“Rencananya kami akan melakukan aksi selama dua minggu. Dalam beberapa hari ini, kami telah datangi beberapa titik yang dirasa cukup ramai, seperti cafe Reformasi, Pancasila, Serdam dan Gajah Mada, aksi ini akan terus dilakukan ke semua cafe-cafe yang tersebar di Pontianak,”terang Chapo.

Menurut Chapo aksi penggalangan dana ini kita bedakan dari biasanya, karena kita melihat banyak organisasi rata-rata turun ke lampu-lampu merah. “Kurang efektif kalau BPAN harus turun ke lampu-lampu merah dan aksinya nanti kemungkinan kurang maximal.”Kata Chapo.

Ditambahkan Chapo, bahwa pada saat menerima kabar duka akibat gempar dan tsunami di media kami mengikuti arahan pengurus melakukan rapat dan segera bergerak malakukan aksi. “Puji tuhan semua anggota semangat untuk melakukan kegiatan ini, walaupun ditengah kesibukan teman-teman yang kuliah bahkan ada yang kerja.”ujar Chapo.

Sementara itu, Paulus Ade Sukma Yadi selaku Dewan Pemuda Adat Nusantara (Depan) Barisan Pemuda Adat Nusantara Region Kalimantan mengatakan saya sangat bangga dengan BPAN yang masih memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini tentunya didasari panggilan dan kepedulian terhadap sesama manusia.

“Kita merasa terpanggil dan kita semua merenung kalau seandainya kami berada di posisi mereka.  Tentu sangat berduka yang mendalam namanya gempa tetaplah spontan. Kami mengucapkan bela sungkawa dan duka yang sangat mendalam bagi seluruh korban dan semoga keluarga korban diberikan kekuatan oleh sang pencipta.”tutup Ade.

Dikerakan Ade, bahwa jumlah Uang dari penggalangan dana sampai hari ini, berjumlah Rp 9.285.000.

“Kami membuka donasi melalui nomor rekening 3474-01-029969-538 BANK BRI atas Nama Cristina Endah Tri Astuti. Kita membuka uluran tangan yang tergugah hatinya untuk menyisihkan seditik rezekinya dan bagi yang telah memberikan donasi diharapkan menghubungi nomor penanggung jawab, Paulus Ade Sukma Yadi:0822-5662-6044 dan Dessy 0822-5654-2396.”ucap Ade.

Dikatakan Ade, kalau seandainya ada yang mengirimkan donasi diharapkan menyertakan bukti foto transfer. Ade menilai bahwa nantinya uang tersebut harus dipertanggung jawabkan.

“Dana ini akan kami salurkan langsung lewat rekening panitia relawan di Donggala karena ada dari anggota BPAN yang menjadi relawan di sana.”tutup Ade.

Penulis : Nanang

Editor : Rozy

Forjim dan Pesantren Cendekia Amanah Kerjasama Gelar Pelatihan One Masjid One Journalis

DEPOK Pantaunusantara.com—Pesantren Cendekia Amanah Cilodong, Depok, Jawa Barat pimpinan KH Cholil Nafis bekerjasama dengan Forum Jurnalis Muslim (Forjim) akan menggelar pelatihan video jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ). Acara ini rencana digelar pertengahan Nopember 2018 di Masjid Pesantren Cendekia Amanah dan akan mengundang remaja dan pemuda masjid se kota Depok.

Kyai Cholil Nafis menyambut baik kerjasama program ini. Kyai Cholil mengatakan ia bekerjasama program dengan Forjim bukan kali pertama. “Saya sudah kenal lama dengan Forjim. Belum lama, Komisi Dakwah MUI yang saya pimpin juga pernah kerjasama dengan Forjim gelar diskusi soal dakwah di medsos,” ungkap Kyai Cholil yang juga Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ketika menerima kunjungan pengurus Forjim di Pesantren Cendekia Amanah, Sabtu (6/10/2018) siang.

Menurut Kyai Cholil, saat ini saat ini umat manusia tidak bisa menghindari dampak kecanggihan teknologi informasi. Kecanggihan teknologi ini bisa digunakan untuk menyebar konten negatif, bisa juga untuk menyebar konten positif.

“Teknologi informasi ini bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan atau konten dakwah. Pelatihan ini diharapkan membangun kesadaran generasi muda Islam untuk berdakwah melalui media video,” ujar Kyai Cholil.

Sementara itu, Sekretaris Umum Forjim Ibnu Syafaat mengungkapkan program jurnalistik dakwah One Masjid One Journalist ini merupakan upaya Forjim membangun kesadaran literasi generasi muda. “Saat ini konten hoax begitu massif tersebar di tengah masyarakat. Untuk menangkal hoax, generasi muda perlu dibangun kesadaran literasi. Ini merupakan salah satu tanggung jawab jurnalis muslim. Pelatihan jurnalistik dakwah ini memberikan pembelajaran agar generasi muda selalu melakukan verifikasi atau tabayun terhadap informasi yang diterima,” ungkap Syafaat.

Dikatakan Syafaat, pelatihan ini sudah berlangsung di beberapa kota di Indonesia. “Pelatihan One Masjid One Journalist merupakan program unggulan Forjim. Sudah ada lima angkatan dari pelatihan ini. Pelatihan sudah kami gelar di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Lombok Timur, dan Bogor,” jelas Syafaat.

Kemudian dalam waktu dekat, pelatihan jurnalistik dakwah rencananya digelar di Tasikmalaya, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Batam.

Penulis : Mifta

Editor : Asep

Baznas Kota Tangerang Berangkatkan Relawan ke Palu

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang memberangkatkan tenaga relawan tanggap bencana ke Palu untuk membantu masyarakat di sana dalam misi kemanusiaan.

Ketua Baznas Kota Tangerang, KH Muhammad Aslie El Husyaery berpesan kepada para relawan yang hendak diberangkatkan, dalam misi kemanusiaan ini tidak melihat latar belakang apa pun. Semua harus ditolong demi kemanusiaan.

“Relawan ini adalah tugas mulia. Jalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya tanpa melihat suku dan agama. Anda ke Palu ini untuk membantu saudara-saudara kita setanah air yang terkena bencana,” amanat Ketua Baznas Kota Tangerang, KH Muhammad Aslie El Husyaery menjelang pemberangkatan relawan tanggap bencana ke Palu, Senin petang 8 Oktober 2018.

Diterangkan lebih lanjut, setiba di Palu, relawan tanggap bencana Baznas Kota Tangerang ini langsung berkoordinasi dengan Ketua Baznas Palu, Jasman. Di sana sudah ada pula relawan dari Baznas Pusat sejak H+1. Para relawan dari Baznas Kota Tangerang ini diberangkatkan ke Palu melalui beberapa tahap.

“Ini adalah pemberangkatan pertama dari Baznas Kota Tangerang. Mereka berangkat Selasa dinihari 9 Oktober penerbangan pukul 01.00. Pemberangkatan berikutnya nanti akan dijadwalkan,” terang KH Muhammad Aslie El Husyaery.

Dikatakannya pula, Baznas Kota Tangerang berangkat ke Palu membawa sumbangan dari para donatur yang disalurkan melalui Baznas. Untuk donasi ke Palu, sementara ini dialokasikan dana bantuan sebesar Rp600 juta.

“Uang donasi dari masyarakat itu untuk membeli kebutuhan pokok masyarakat di Palu. Utamanya makanan dan air minum. Kita belanjakan di Palu setelah berkoordinasi dengan Baznas setempat mengenai kebutuhan apa yang diprioritaskan,” jelas Ketua Baznas Kota Tangerang.***

• Ateng Sanusih