12 Kali Digrebek dan Terciduk, Nurhani tak Jera Jual Miras

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Dua agen minuman keras (Miras), Safrial Fauji dan Nurhani kendati sudah pernah diciduk Satpol PP dan divonis bersalah oleh hakim, namun hal itu tak membuatnya jera.

Kedua agen Miras itu terciduk kembali oleh Tim Kalong Wewe Bidang Penegakan Produk Hukum Satuan Polisi Pamong Praja (Bidgakumda Satpol PP) Kota Tangerang dalam operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, Selasa pagi 9 Oktober 2018.

Safrial Fauji digrebek di kiosnya di wilayah Kecamatan Pinang. Sementara Nurhani diciduk di tokonya di wilayah Kecamatan Neroktog. Keduanya terkena operasi tangkap tangan menjual Miras di kiosnya masing-masing.

Dalam operasi yang dipimpin langsung Kepala Bidang (Kabid) Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang dengan team leader Kalong Wewe Gakumda, Otong Kosasih dan Dudi berhasil menyita  sebanyak 80 botol Miras berbagai merk.

Safrial Fuji dan Nurhani langsung diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk disidangkan perkara pelanggarannya. Jaksa Erlangga dan hakim Mahmuriadi memvonis kedua agen Miras itu bersalah melanggar Perda Kota Tangerang 7/2005.

Nurhani divonis denda Rp500 ribu atau kurungan lima hari. Sementara Safrial Fuji oleh hakim diganjar hukuman denda Rp400 ribu atau kurungan empat hari.

Nurhani, agen Miras di Jl KH Mansyur, Neroktog, Kecamatan Pinang pandai menyembunyikan barang haram yang didagangkannya. Menurut Kabid Gakumda Satpol PP, Kaonang, agen Miras ini sudah 12 kali digrebek namun baru dua kali tertangkap bersama barang bukti.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana meninjau langsung pelaksanaan sidang terhadap pelanggar Perda 7/2005 di Pengadilan Negeri Tangerang. Didampingi Kabid Gakumda Kaonang, usai sidang agen Miras tersebut Kasatpol PP Mumung Nurwana menjelaskan selama ini sanksi pidana terhadap penjual Miras masih ringan. Akibatnya mereka tak jera.

“Sekarang ada Perda Tramtibum. Dalam Perda tersebut penjual Miras bila sudah pernah terkena tindakan hukum dari pengadilan, maka sanksinya tempat usaha mereka ditutup oleh Satpol PP. Penjual Miras membandel akan disegel,” jelas Kasatpol PP, Mumung Nurwana.

Sementara itu Kabid Gakumda, Kaonang SSos MM mengungkapkan saat ini sosialisasi Perda Tramtibum akan dilakukan. Manakala kedua agen Miras tadi — Safrial Fauji dan Nurhani — kedapatan kembali menjual Miras, maka kiosnya akan langsung disegel.***

Ateng Sanusih | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *