Kalong Wewe Grebeg Agen Miras Samping GOR Cibodas

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Agen minuman keras (Miras) di kawasan Jalan Perak, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas digrebeg tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang dalam operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, Kamis pagi 18 Oktober 2018.

Team Leader Kalong Wewe Gakumda dalam operasi penegakan ke kawasan Cibodas ini dipercayakan kepada Usman dan Otong Kosasih. Tim didukung Unit Patroli Satuan Sabhara, Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Di kios Sibolga Nauli Billiar — Jl Perak No 4 Cibodas Baru — tim Kalong Wewe Gakumda menyita sebanyak 104 botol Miras berbagai merk. Jalan Perak dikenal sebagai kawasan kedai Miras. Di sepanjang jalan yang bersebelahan dengan Kantor Kecamatan Cibodas itu berjejer kedai Miras yang dibarengi dengan permainan ketangkasan billiar.

Selama ini kawasan tersebut seolah ‘sakti’ terhadap operasi penegakan Perda Kota Tangerang nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol. Tim Kalong Wewe beberapa bulan melakukan razia Miras ke kawasan tersebut, namun diduga telah bocor. Sehingga ketika tim Kalong Wewe tiba di kawasan tersebut semua kedai dan agen Miras tutup.

“Bahkan pernah pula ketika kami melakukan operasi pengakan Perda 7/2005 di kawasan tersebut, pemiliknya melakukan perlawanan dengan menyerang petugas,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah  Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri dan Kasi Hubtarga Ahmad Payumi.

Ditegaskan Kaonang, atas perintah Kepala Satpol PP Kota Tangerang dan sesuai tugas pokok dan fungsi, maka tim Kalong Wewe Gakumda melakukan penegakan Perda 7/2005 di kawasan Jalan Perak, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas. Kendati sudah sering dilakukan penegakan Perda terhadap kawasan tersebut, namun para pemilik kedai dan agen Miras masih tetap membangkang.

“Kami menerima aduan dari masyarakat bahwa kawasan Jalan Perak banyak penjual Miras. Masyarakat resah terhadap maraknya kedai dan agen Miras di kawasan Jalan Perak,” ungkap Kaonang.

Terhadap agen Miras Sibolga Nauli di Jalan Perak Raya nomor 4 Kelurahan Cibodas Baru yang kedapatan menjual minuman haram sebanyak 104 botol, jelas Kaonang akan diajukan ke persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang pada pekan depan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cibodas, KH Abdul Mubin menanggapi maraknya peredaran Miras di kawasan Jalan Perak Cibodas Baru mengaku sangat prihatin. MUI Kecamatan Cibodas minta kepada petugas terkait agar kiranya kedai dan agen Miras di kawasan Jalan Perak ditutup karena melanggar norma dan agama.

“Terkait  peredaran Miras di samping GOR Kecamatan Cibodas, kami selaku pengurus MUI Kecamatan Cibodas merasa prihatin. Semestinya sudah tidak ada lagi karena masyarakat Kota Tangerang adalah masyarakat religius. Masyarakat yang selalu mengedepankan nilai-nilai akhlaqul karimah,” ungkap Ketua MUI Kecamatan Cibodas, KH Abdul Mubin.

Merespon Ketua MUI Kecamatan Cibodas yang menginginkan ada tindakan penutupan/penyegelan terhadap kios penjual Miras, Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang mengungkapkan pihaknya akan mengusulkan agar diterbitkan Peraturan Walikota (Perwal) mengenai tindakan penyegelan terhadap kios para penjual Miras yang berulang kali ditindak namun masih membandel.

“Harus ada payung hukum lanjutan untuk menindak lebih tegas kepada terhadap pelanggar Perda. Dalam waktu tidak lama kami akan mengusulkan Perda mengenai penutupan kios,” ujar Kaonang.

Tiga Penjual Miras Disidang

Sementara itu tiga penjual Miras terkena operasi tangkap tangan (OTT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang dihadirkan ke meja hijau untuk disidang dalam tindak pidana ringan (Tipiring), Kamis siang 18 Oktober 2018.

Ketiga penjual Miras itu Claudio T penjual 473  botol Miras, Fadil Triyuda pemilik 279 botol Miras dan Ida pemilik 4 botol Miras. Jaksa Gozali SH dan hakim Elly Noeryasman SH MH menjatuhkan vonis bersalah terhadap ketiga penjual Miras.

Claudio T diganjar hukuman denda Rp750 ribu, Fadil Triyuda Rp500 ribu dan Ida Rp 150 ribu. Barang bukti Miras disita untuk dimusnahkan.***

• Ateng Sanusih | Muhammad Fadhillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *