Hari: 3 November 2018

Konsolidasi BPAN, Ini Pesan LKJ

Pantaunusantara.com LOMBOK – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Wilayah Bali Nusa adakan pendidikan kader untuk calon anggota yang akan bergabung, Rabu (31/10) di Pantai Tanjung Menangis, Lombok Timur. Acara tersebut dihadiri Dewan Pemuda Adat Nusantara (Depan) Region Bali Nusa, Badan Pengurus Harian AMAN Lombok Timur dan Puluhan Calon Anggota BPAN.

“Pemuda adat merupakan garda paling depan dan mereka yang menjaga dan mempertahankan tradisi, wilayah adat, tanah dan budaya kita sendiri,”Kata Lalu Kusuma Jayadi saat mejadi pemateri diacara pengkaderan anggota BPA, Rabu (31/10) kemarin.

Dewan Pemuda Adat Nusantara (Depan) Region Bali Nusa itu, menyampaikan bahwa pemuda harus bisa mengurus wilayah adatnya agar bisa tercapai cita-citanya selama ini, “Tentu semua orang harus punya harapan agar cita-cita berdaulat madiri dan bermartabat sesuai visi dan misi BPAN,”tegas Lalu.

Pria yang disapa LKJ itu menambahkan bahwa kegiatan BPAN ini merupakan pra kondisi menjelang Jambore Daerah, menurut LKJ pemuda adat lah yang selama ini menjaga negara, “Kita anggotanya itu, bermacam suku, agama, adat istiadat dan kita semua menerima perbedaan itu. Gak perlu bicara kita NKRI lagi,”ungkap LKJ.

Ditempat yang bersamaan, Ketua Badan Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur, Sayadi menyampaikan bahwa konsolidasi dan kaderisasi ini sangat penting. Sehingga bisa mendukung dalam kerja-kerja organisasi induk yaitu AMAN ke depannya. “Saya apresiasi kegiatan konsolidasi ini, karena kegiatan ini bagian dari kerja organisasi yang akan mendukung perjuangan AMAN,”ucap Sayadi.

Dalam kegiatan konsolidasi itu, BPAN juga membahas tentang gerakan AMAN yang selama ini aktif mendorong Rancangan Undang Undang Masyarakat Adat. Mereka juga bicara agar anak muda ikut terlibat menyuarakan RUU MA.

Penulis : Nanang Noise

Editor : Jum

Posko Bencana Jadi Momen Konsolidasi Dukung RUU Masyarakat Adat

Pantaunusantara.com PALU- Puluhan anggota dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) yang membuka Posko untuk korban Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, Sabtu (3/11) melakukan aksi untuk mendukung Rancangan Undang-undang Masyarakat Adat (RUU MA). Mereka membentangkan keretas dengan bertulisan Sahkan RUU Masyarakat Adat.

Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Wilayah Sulawesi Tengah Samsudin mengatakan bawha anak muda di Sulteng sangat antusias mendukung tim evakuasi bencana yang dilakukan AMAN selama ini, mulai dari mendirikan posko untuk evakuasi tanggap darurat bencana sampai dengan membentuk tim evakuasi komunitas AMAN yang ada di Sulawesi tengah yang terdampak gempa.

“Kebetulan ada kawan-kawan BPAN di Posko, kita suarakan isu masyarakat adat, seperti tuntutan agar pemerintah sahkan RUU Masyarakat Adat. Sebelum aksi kita juga melakukan pemahaman terhadap anggota terlebih dulu tentang RUU Masyarakat Adat “tegas Samsudin.

Menurut Samsudin bahwa dalam bencana ini, bisa menjadi ajang konsolidasi antara gerakan rakyat, dimana selama proses evakuasi tanggap darurat yang dibentuk PW AMAN Sulteng ini, beberapa organisasi banyak yang teibat dan peduli terhadap gerakan sosial.

“Selain AMAN dan beberapa organisasi sayap yang terlibat membantu evakuasi dampak gempa, ada organisasi lain yang ikut terlibat diantaranya NU, Pencinta Alam dan Mahasiswa-mahasiswa.”tuturnya.

Sementara itu, Dewan Pemuda Adat Nudantara (Depan) Region Sulawesi Joko Sunarto mengapresiasi kawan-kawan BPAN yang terlibat dalam tim evakuasi tanggap darurat. Menurut Joko selama evakuasi tanggap darurat BPAN menjadi motor dan ujung tombak di bawah dalam membantu kerja-kerja AMAN.

“Tanggap darurat yang dilakukan kawan-kawan BPAN bukan semata-mata perjuangan untuk komunitas saja, akan tetapi semua masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita respon dan tanggapi,”ungkap Joko.

Dikatakan Joko bahwa memang saat ini, dalam proses perekrutan untuk menjadi anggota bpan itu tidak terbatas. Mereka yang bergabung tidak mesti anggota komunitas AMAN.

“BPAN harus bisa menjadi wadah perjuangan untuk menyelesaikan isu-isu strategis di masyarakat salah satunya bencana.”tutup Joko.

Penulis : Sisi Boka

Editor : Jum

Kalong Wewe Ciduk Pasangan Mesum di Alun-alun Ahmad Yani

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Tengah asyik menikmati syahwat di podium Alun-alun Ahmad Yani, pasangan mesum ini diciduk Kalong Wewe Gakumda, Sabtu dinihari 3 November 2018. Fur dan Puas, pasangan mesum — lelaki hidung belang dengan pekerja seks komersial (PSK) — ini tidak mengira perbuatannya itu bakal kepergok Kalong Wewe.

Ketika mereka tengah asyik masyuk di lapangan jantung Kota Tangerang itu, tiba-tiba tim Kalong Wewe datang melakukan operasi penyakit masyarakat dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang nomor 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran.

Sabtu dinihari itu, Tim Kalong Gakumda juga menciduk pasangan lelaki hidung belang dengan PSK yang sedang bercinta di pos bekas kampus di Jl Merdeka, Kota Tangerang.

“Selain di Alun-alun Ahmad Yani, ada pula PSK yang lagi bermesum ria dengan lelaki hidung belang di pos bekas kampus. Kami gedor pintunya dan pasangan tersebut selanjutnya dibawa ke Mako Satpol PP untuk didata,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM.

Dijelaskan Kaonang, Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda melakukan operasi penegakan Perda 8/2005 ini atas perintah pimpinan dan sesuai tugas pokok fungsi. Operasi dinihari itu menyisir sejumlah kawasan yang kerap dijadikan tempat mangkal para PSK dan Waria. Tim Kalong Wewe bergerak mulain dari Jalan Gatot Subroto terus menuju Jl Merdeka, Jl Otto Iskandar Dinata (Otista), Jl Dr Sitanala kemudian ke kawasan Alun-alun Ahmad Yani.

Operasi penyakit masyarakat (Pekat) dan penegakan Perda yang digelar Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang ini menyertakan Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga (Kasi Hubtarga) Ahmad Payumi, Kasi Penegakan Tatang Sumantri, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta staf.

Operasi Pekat ini selain menjaring pasangan mesum, Kalong Wewe Gakumda juga menertibkan PSK, Waria dan anak jalanan (Anjal). Sebanyak tujuh orang pelanggar Perda berhasil dijaring Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang.

“Empat orang yang terjaring operasi Pekat dan penegakan Perda ini selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial guna menjalani rehabilitasi. Sementara tiga pelaku mesum dipulangkan dengan membuat surat pernyataan bermeterai. Ada gejala baru di lapangan, diketemukan beberapa Waria menawarkan diri,” ungkap Kaonang.

Diterangkan Kaonang, Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus konsisten melakukan penegakan Perda khususnya nomor 08 tahun 2005. Penegakan secara intensif ini agar Kota Tangerang bersih PSK. Mereka — PSK — mangkal di jalan raya sangat merusak moral masyarakat dan citra Kota Aklaqul Karimah.***

• Ateng Sanusih | Yahya Suhada

AMAN Konsolidasi Sayap Organisasi Tangani Bencana di Sulteng


Pantaunusantara.com SULTENG-Alianisi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), bersama organisasi sayap Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), Perempuan AMAN melakukan rapat. Tujuannya untuk melakukan langkah penenganan bencana di komunitas adat  yang terkena dampak bencana Palu dan Donggala, Sulawesi (2/11) sekira pukul 10.WITA. Dalam agenda tersebut ada tujuh pengurus daerah yang hadir.

Ketua Badan Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Aadat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulawesi Tengah Asran sangat menyambut baik tentang dibentuknya tim tanggap darurat, menurutnya tim itu sangat membantu dalam melakukan evakuasi.

“Kita telah membuka posko selama satu bulan di Kantor PW AMAN, harapnya beberapa yang terkena dampak gempa, AMAN bisa membantu komunitasnya.”kata Asran.

Di tempat yang sama, Annas Rasidin Korrdinator Tanggap Bencana dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengatakan kita akan membantu dan merespon akan tetapi harus melakukan pendataan anggota komunitas yang terekana dampak gempa di Sulawesi Tengah.

”Kita akan data dan pastikan komunitas mana yang terekana dampak, apa yang kita bisa bantu dan penanganan apa yang bisa kita lakukan, seperti contoh kebutuhan mendesak makanan, tempat tinggal sementara, sarana air bersih, tenda, selimut, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air serta yang berkaitan dengan listrik.”ujar Annas.

Dikatakan Annas, AMAN juga akan menyesuaikan bantuan yang dikiranya mereka bisa lakukan sesuai dengan kemapuan, menurut Annas yang paling penting dalam tanggap darurat itu masyarakat adat di sini tidak kelaparan sehingga tidak sakit dan dipastikan ketersediaan logistik.

”Kalau nantinya kita mempunyai data tentu lebih mudah dalam melakukan penanganannya, karena kalau pun AMAN tidak bisa membantu nantinya akan berkordinasi dengan lembaga lain yang bersedia membantu.”terang Annas.

Ditambahkan Annas, penanganan bencana di sini sebenarnya bisa kita lakukan lewat sayap-sayap AMAN yang ada di sini, seperti BPAN dan Perempuan AMAN, menurut Annas minimal dari setiap daerah ada tiga atau empat orang yang bisa koordinasi dengan tim tanggap darurat.

”Pembuatan tim bencana ini, agar memudahkan AMAN juga dalam merespon kondisi yang terkena dampak gempa agar terkordinis,”ungkap Annas.

Sementara itu, Samsudin Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Wilayah Sulawesi Tengah mengatakan bahwa kita anak muda di sini, tetap terus bergerak beriringan dengan AMAN sebagai organisasi Induk, selama ini kita bergerak selalu berkordinasi dengan ketua PW dan PD.

”Kebetulan anak muda di sini banyak yang ikut terlibat dan memang poskonya kita gabungkan di AMAN Sulteng,”terang Samsudin.

Samsudin juga menyampaikan rasa terimakasih kepada kawan-kawan BPAN dari wilayah lain seperti BPAN Minahasa, BPAN Kalbar, Bengkulu dan lainnya yang ikut melakukan solidaritas dalam melakukan penangganan bencana cepat selama ini.

”Saya apresiasi tanggap darurat ini dan menyampaikan rasa terima kasih kepada kawan-kawan BPAN, PB AMAN dan Perempuan AMAN.”tutup Samsudin.

Penulis : Sisi Boka Anggota BPAN