Kaonang Kandidat Ketua Pertina Kota Tangerang

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Kaonang menjadi calon kuat Ketua Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengcab Pertina) Kota Tangerang periode 2019 – 2022. Sejumlah penggiat tinju amatir Kota Tangerang meminta Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang itu untuk maju dalam bursa calon ketua Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengcab Pertina) Kota Tangerang dalam musyawarah cabang (Muscab) yang akan digelar Januari 2019.

Kaonang dinilai sangat mampu untuk mengembalikan kejayaan tinju amatir Kota Tangerang seperti era 90-an. Pelaksana tugas (Plt) Ketua Pengcab Pertina Kota Tangerang, Raymon sangat berharap ada sosok yang mampu membangkitkan gairah kaum muda untuk menjadi atlet tinju tangguh. Di mata Raymon, saat ini figur yang tepat untuk membangkitkan kejayaan tinju di Kota Tangerang yakni Kaonang.

“Saya optimis bila Abang Kaonang memimpin Pengcab Pertina Kota Tangerang periode 2019 – 2022 akan mampu mengembalikan masa kejayaan tinju amatir di kota ini. Pertina Kota Tangerang akan melahirkan petinju andal yang mampu bicara lantang di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” jelas Raymon kepada wartawan di Sasana Pengcab Pertina Kota Tangerang, Jumat petang 16 November.

Dikatakan Raymon, prestasi tinju amatir Kota Tangerang saat ini bagaikan mati suri. Hal itu terjadi karena dalam beberapa periode sebelumnya kepemimpinan olahraga adu jotos ini kurang maksimal. Mereka tidak sepenuhnya untuk memajukan olahraga.

“Olahraga harus ditangani oleh orang sungguh-sungguh untuk memajukan olahraga. Pertina Kota Tangerang sebaiknya dipimpin oleh birokrat,” ungkap Raymon.

Dikatakan Raymon, untuk memajukan tinju amatir Kota Tangerang diperlukan sarana yang memadai serta pemimpin yang mau berusaha maksimal mencari terobosan pembinaan. Diakuinya, putra daerah minatnya masih minim karena beranggapan tinju itu berbahaya.

“Sesungguhnya tinju amatir itu tidak bahaya. Tinju amatir ada beda dengan profesional,” jelas Raymon didampingi manajer tinju Otong Kosasih dan pelatih Alex Rumbiak.

Sementara itu menanggapi permintaan para penggiat olahraga tinju amatir Kota Tangerang, Kaonang menegaskan dirinya siap memimpin Pertina Kota Tangerang untuk merebut kembali kejayaan tinju amatir di kota ini. Dikatakan Kaonang, dirinya sudah melaporkan secara lisan kepada Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana mengenai permintaan dari para praktisi tinju amatir itu.

“Saya sudah menghadap Pak Kasatpol PP mengenai hal ini. Beliau menegaskan, silahkan lanjutkan dan didukung,” ujar Kaonang.

Menurut Kaonang, tinju ini bisa menjadi alterantif solusi mengatasi tawuran pelajar. Karena di dunia tinju amatir itu usia 12 tahun – jenjang SMP – sudah dilakukan pembinaan.

Diungkapkan Kaonang, untuk meraih prestasi gemilang dalam olahraga, yang perlu diperhatikan adalah atlet, sarana, pelatih dan kompetisi. Empat rangakaian ini harus dimaksimalkan dalam mengelola olahraga guna meraih hasil maksimal.

Jika terpilih menjadi Ketua Pengcab Pertina Kota Tangerang, Kaonang akan mengerahkan segala daya upaya untuk merebut kembali kejayaan tinju Kota Tangerang. Ia bertekad akan mengupayakan mencari tempat untuk latihan yang memadai.

“Pembinaan atlet harus sukses. Kita akan cari bibit-bibit atlet tinju ke sekolah-sekolah. Mereka nantinya kita bina untuk menjadi petinju andal,” terang Kaonang.

Sementara itu manajer tinju yang juga mantan petinju nasional asal Kota Tangerang, Otong Kosasih menambahkan atlet asal Kota Tangerang dalam kurun dua tahun mendatang harus mempu merebut prestasi di tingkat provinsi dan nasional. Kemudian pada tahun berikutnya harus bisa menunjukkan prestasi di tingkat internasional.

“Untuk meraih itu, pak Kaonang sudah punya program pembinaan yang berkelanjutan dan bersinergi dengan sejumlah instansi. Kita akan upayakan memperbanyak sasana tinju untuk mencetak atlet potensial. Saat ini di sasana Pertina Kota Tangerang ada dua atlet tinju muda potensial yang intensif latihan di bawah asuhan Alex Rumbiak, yakni Fiko dan Gregor pelajar SMA Strada,” terang Otong Kosasih.***
Ateng Sanusih | Muhammad Fadhilah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *