Satpol PP Ingatkan Pengasong di Lampu Merah Bisa Didenda Rp500 Ribu

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Sebelum diberlakukan efektif Januari 2019, Satpol PP Kota Tangerang intensif melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2018 tentang Keamanan Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Kamtibmas Linmas) kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan asongan yang berjualan di tempat/kawasan terlarang.

“Pekan kemarin kami melakukan sosialisasi mengenai Perda 8/2018 terhadap para PKL di kawasan Pasar Lama Jl Kisamaun. Hari ini, Senin 3 Desember 2018 kami pun mengingatkan terhadap pedagang asongan yang berjualan di sejumlah persimpangan lampu merah,” Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang menjelaskan hal itu Selasa 4 Desember 2018.

Diterangkan Kaonang, pelaksanaan tugas ini atas perintah Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana. Para pedagang asongan yang berjualan di sejumlah persimpangan Kota Tangerang itu dijemput satu persatu oleh Bidang Gakumda. Kemudian mereka dikumpulkan di Mako Satpol PP Kota Tangerang. Para pengasong diberi pencerahan tentang Perda 08 tahun 2018 serta diingatkan perihal larangan berdagang di lampu merah.

“Sebanyak 35 pedagang asongan yang berjualan di sejumlah lampu merah kami kumpulkan di Mako Satpol PP. Kepada pengasong ditegaskan, bila masih berjualan di lampu merah kembali maka akan diingatkan kembali. Bila sudah diingatkan namun tetep membandel, maka barang dagangannya akan disita,” jelas Kaonang.

Dalam kesempatan tersebut, sambung Kaonang disampaikan pula apabila Perda 8/2018 efektif diberlakukan, para PKL dan pengasong kemudian kedapatan berjualan tidak di tempat semestinya maka akan dikenakan denda sebesar Rp500 ribu atau kurungan penjara.

“Dari 35 pedagang asongan di lampu merah yang dikumpulkan ternyata hanya lima orang ber-KTP Kota Tangerang. Selebihnya mereka warga luar Kota Tangerang yang mengasong di lampu merah di wilayah sini,” ungkap Kaonang.

Usai diingatkan, tambah Kaonang, dengan mengedepankan sikap humanis dan tegas serta berintegritas, Bidang Gakumda meminta kepada seluruh pedagang asongan untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Mereka dibekali transport pulang masing-masing Rp10 ribu.***

• Ateng Sanusih | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *