Kalong Wewe Gakumda Garuk Anjal

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang tidak ada kompromi terhadap keberadaan pengemis, anjal, pengamen, pedagang asongan di lampu merah. Hal ini dilakukan untuk menciptakan Kota Tangerang menjadi lebih tertib.

Pengemis dan anak jalanan (anjal) yang kerap mangkal di persimpangan lampu merah digaruk Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Jumat siang 18 Januari 2019. Sebanyak ebam pengemis dan anjal terjaring giat penegakan Perda di persimpangan lampu merah Tanah Tinggi dan Tugu Adipura, Kota Tangerang.

“Ba’da shalat Jumat Kalong Wewe Gakumda melakukan monitoring di sekitaran lampu merah. Kami menemukan ada sekelompok pengemis yang tengah melakukan aksi di perempatan lampu merah,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang Revolusi SSos MM kepada PantauNusantara.com, Jumat petang 18 Januari 2018.

Pengemis dan anjal yang terjaring Kalong Wewe Gakumda tersebut, terang Kaonang, lantaran aktivitas mereka melanggar Perda Kota Tangerang nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Para pengemis dan anjal yang terciduk, setibanya di Mako Satpol PP langsung didata. Setelah didata, diketahui ada dua pasang kakak adik menjadi pengemis. Ada pula yang berstatus masih pelajar SD.

Mereka yang terjaring itu kemudian diserahkan kepada Bidang Bimbingan Masyarakat (Binmas) Satpol PP untuk mendapat penyuluhan. Setelah itu pengemis dan anjal diantar ke Dinas Sosial Kota Tangerang guna dilakukan rehabilitasi.

“Perlu terus mencari formulasi yang tepat dalam penanganan penyandang masalah sosial ini agar mereka jera. Sehingga setelah terjaring operasi dan direhabilitasi dinding Sosial, mereka tidak kembali ke habitat semula di jalanan,” ujar Kaonang.***
Ateng Sanusih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *