Kampung Anggur, Tempat Wisata Kecil Warga Uwung Jaya

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Sampah yang menggantung di pohon dan tembok serta menumpuk di sudut pekarangan, serakan puing bangunan ditambah onggokan kandang ayam yang sempat memperkumuh lingkungan RW 03 Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang kini tak tampak lagi. Lingkungan tersebut kini menjadi sangat ramah untuk warga segala umur bercengkerama dengan sesama.

Di lingkungan RW 03, kini tersedia lapangan olahraga, taman, kebun bunga, kebun sayur, kebun buah-buahan (kelengkeng, jeruk nipis, anggur, sawo) kolam ikan, saung kongkow yang terintegrasi dalam Kampung Anggur. Wilayah pemukiman yang berada di tepi Jl Aria Wangsakara itu menjadi tempat warga untuk menghilangkan kepenatan dari rutinitas sehari-hari.

Ketua RW 03 Kelurahan Uwung Jaya, Budi Santoso menuturkan, berkat kebersamaan warga lingkungannya menjadi tertata rapi, asri dan bersih. Setelah dilakukan pembenahan, kata Budi, warga menyadari manfaat lingkungan yang bersih menjadi nyaman.

“Kalo sore, di Kampung Anggur ini rame oleh warga yang bercengkerama. Selepas ashar anak-anak ada yang main gala asin. Ibu-ibu sambil nyuapin balitanya kumpul di sini,” terang Budi Santoso.

Kampung Anggur, bagi masyarakat setempat menjadi jantung lingkungan RW 03 Uwung Jaya yang memompa darah kerukunan warga. Bila siang sampai sore Kampung Anggur menjadi tempat wisata kecil para ibu bersama anak-anak. Sementara bila malam, di Kampung Anggur kumpul kongkow para bapak.

“Kampung Anggur, sesungguhnya bukan hanya ditanami pohon anggur. Kampung Anggur memiliki makna yaitu anggota masyarakat yang gemar bersyukur. Bersyukur terhadap apa yang ada. Segala yang ada di lingkungan ini dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat,” jelas Ketua RW 03 Budi Santoso, Rabu 30 Januari 2019.

Diuraikan Budi Santoso, filosofi pohon anggur merambat dan berbuah. Diharapkan penghijauan ini terus merambat ke tempat lain dan ada hasilnya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat yakni hijau dan asri.

Dalam menghijaukan lingkungan, Budi menggunakan trik memberi contoh kepada warga. Pertama, jelas Budi, ia bersama pengurus RT menitipkan pohonan dalam pot kepada warga. Selama dititipkan ia  berpesan agar pohonan itu dirawat dengan baik. Bila ternyata pohonan yang dititipkan itu tidak dirawat oleh si pemilik rumah, maka tanamannya dipindahkan kepada warga lain.

“Ketika dipindahkan, si pemilik rumah pasti bertanya, kenapa dipindahin pak? Kami jawab, karena di rumah ini ga dirawat. Dipindahin kepada yang mau merawat. Dengan pola seperti ini akhirnya mereka merasa ga enak. Atas kesadaran sendiri, maka tanaman pun akhirnya ditambah oleh pemilik rumah,” ungkap RW Budi.

Untuk menghijaukan lingkungan, sambung RW Budi, ia bersama warga memanfaatkan botol bekas air mineral sebagai media tanam. Pola hidroponik nan sederhana dan murah ini diminati warga. Botol bekas air mineral di lingkungan RW 03 tak lagi dibuang. Mereka memanfaatkannya untuk media tanam yang digantung di tembok.

“Warga yang punya rejeki, mereka bershodaqoh pohon atau tanaman untuk keasrian lingkungan. Warga di sini kini memanfaatkan botol bekas air mineral untuk media tanam dan ban bekas mobil untuk dijadikan kursi taman,” terang RW Budi Santoso didampingi Ketua RT 02, Anta Andri Wijaya dan tokoh pemuda Uwung Jaya, Wandi Hermawan.

Ketua RT 02, Anta Andri Wijaya, menambahkan kini masyarakat di Kampung Anggur sudah terbiasa menjaga kebersihan lingkungan. Anak-anak usai jajan, bungkus jajanannya dibuang ke tempat sampah. Menjaga kebersihan sudah menjadi kebiasaan masyarakat di sini. Mereka tak ingin lingkungannya kembali terlihat kumuh dan tak bersih.

“Kalo ada  yang buang sampah sembarangan, maka akan disuruh pungut kembali untuk dibuang ke tempat sampah. Akhirnya mereka menjadi merasa bersalah bila buang sampah sembarangan,” papar Ketua RT 02/03 Uwung Jaya, Anta Andri Wijaya.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Uwung Jaya, Wandi Hermawan mengatakan pihaknya juga mengajak kaum muda untuk menata lingkungan RW 03. Dengan penataan lingkungan yang apik dan rapi, maka wilayah menjadi sangat nyaman.

“Kampung Anggur menjadi tempat rekreasi warga RW 03 Uwung Jaya. Di sini kadang warga kumpul sembari nikmatin nasi liwet gonjleng. Kita makan beramai-ramai digelar pakai daun pisang,” papar Wandi Hermawan.***

Ateng Sanusih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *