Bangunan Langgar Perda Disegel Paku Bumi Gakumda

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Tim Paku Bumi Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menyegel dan melakukan pengawasan terhadap 10 unit bangunan di sejumlah wilayah kecamatan, Senin (28/1) dan Selasa (29/1). Penyegelan tersebut dilakukan karena bangunan itu melanggar Perda.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM menerangkan tindakan penyegelan terhadap sejumlah bangunan ini dilakukan atas perintah langsung Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Drs H Mumung Nurwana.

Bangunan yang disegel itu melanggar Perda Nomor 08 tahun 2018 tentang Keamanan Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat serta Perda Nomor 17 tahun 2011 tentang Perijinan Tertentu.

“Jenis bangunan ada yang untuk tempat tinggal, kantor dan ruko. Lokasinya ada di sejumlah wilayah kecamatan di Kota Tangerang,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri dan Kasi Hubtarga Ahmad Payumi serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) kepada PantauNusantara.com, Kamis siang 31 Januari 2019.

Dikatakan Kaonang, pemilik atau pengelola bangunan yang disegel itu sudah dipanggil sebanyak dua kali, pemanggilan kesatu dan kedua. Hasil klarifikasi dengan pemilik/pengelola, diakuinya bangunan mereka belum memiliki IMB. Maka sesuai Surat Perintah Kasatpol PP, PPNS Bidang Gakumda selanjutnya melaksanakan penyegelan,” ungkap Kaonang.

Tim Paku Bumi Bidang Gakumda Satpol PP, ujar Koanang terus-menerus dan konsisten melakukan penegakan Perda/Perwal agar Kota Tangerang menjadi lebih tertib. Pihaknya telah mengarahkan pemilik bangunan untuk segera mengurus IMB. Bila IMB sudah terbit, maka segel akan dibuka kembali.

Terhadap bangunan yang dalam pengawasan Paku Bumi Gakumda, sambung Kaonang tetap akan dilakukan pemanggilan untuk klarifikasi. Bagi bangunan yang mengaku sudah miliki IMB, pemiliknya diminta untuk membawa salinan/fotokopi surat IMB.***

Ateng Sanusih | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *