Reklame tak Bayar Pajak Ditempeli Stiker

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG –  Guna meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak reklame, Tim Beruang Hitam Bidang Gakumda Satpol PP bersama Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang kembali gencar melakukan penempelan stiker “Pengelola/Pemilik Media Reklame Ini Belum Membayar Pajak Daerah” terhadap reklame luar ruang — billboard — yang membandel menunggak pajak. Selama dua hari (Selasa 29/1 – Rabu 30/1) sebanyak 11 billboard ditempeli stiker yang menandakan pemilik/pengelola reklame luar ruang itu membandel bayar pajak.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM menegaskan billboard yang ditempeli stiker “belum bayar pajak daerah” tersebut karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Reklame luar ruang yang ditempeli stiker oleh Tim Beruang Hitam Gakumda Satpol PP bersama BPKD Kota Tangerang tersebar di sejumlah titik wilayah. Penindakan ini merupakan peringatan bagi pemilik/pengelola reklame yang bandel bayar pajak. Pimpinan kami memerintahkan untuk menindak tegas terhadap bidang usaha yang tidak taat aturan,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri dan Kasi Hubtarga Ahmad Payumi, Kamis 31 Januari 2019.

Diuraikan Kaonang, reklame yang ditindak ditempeli stiker itu Billboard Oppo di Jl Raya Pasar Kemis 59 Pasar Doyong, Galery Ponsel Oppo Pasar Doyong, Ray White (Loan Market) Alam Sutra, Super Pro Alam Sutra Blok A 15 – 17, Online nomor 16 – 17, Cari Dekor blok 23 BC Ruko Spectra, Holy Pet Shop, Roti 88 Jl Villa Grand Tomang, J & T Expres di Villa Grand Tomang, RS An-Nisa Jl Gatot Subroto 98 Km 3 Cibodas, Download  Max Extream.

Kaonang mengungkapkan, Tim Beruang  Hitam Gakumda terus-menerus membangun sinergitas dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menertibkan reklame luar ruang yang membandel tak mau bayar pajak. Penerimaan pajak daerah dari sektor reklame, sambung Kaonang merupakan potensi pendapatan asli daerah Kota Tangerang.

Di tempat terpisah, pengamat kebijakan Tangerang Live, Yahya Suhada mengapresiasi penegakan yang terus gencar dilakukan Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang. Dikatakannya, pajak dari sektor reklame mempunyai kontribusi terhadap pendapat asli daerah guna keberlangsungan pembangunan kota.

Hampir setiap hari di media, terang Yahya Suhada bahwa kerja Gakumda Satpol PP selalu ada berita penegakan Perda. Sudah hampir ratusan papan reklame billboard, tempat usaha dan bangunan yang disegel karena melanggar Perda.

“Namun sampai saat ini baru aksi dari Gakumda yang dipublikasikan kepada masyarakat. Sementara hasil secara keseluruhan dari penindakan Gakumda yang efeknya bermuara ke APBD Kota Tangerang belum dipublikasikan kepada masyarakat oleh instansi terkait melalui media massa. Masyarakat perlu mengetahui, sudah sejauh manakah peningkatan pemasukan pendapatan daerah secara nominal dampak dari penegakan Perda? OPD terkait harus melakukan keterbukaan informasi publik. Jangan jiem-jiem bae,” ungkap Yahya Suhada.

Masyarakat Kota Tangerang, kata Yahya Suhada berharap terhadap Gakumda Satpol PP terus melakukan pengawasan, penertiban atau  pembinaan terhadap pengusaha yang mengemplak pajak. Harus ada sanksi tegas terhadap mereka dengan penurunan dan pembongkaran reklame  tak berijin maupun tak bayar pajak.***
Ateng Sanusih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *