Bertambah, Kedai Miras Disegel Kalong Wewe Gakumda

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Merespon keluhan dan keresahan warga, kedai minuman keras (miras) di Jl Husen Sastranegara samping kantor Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda digrebek dan disegel Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Senin malam 25 Februari 2019. Di kedai itu, Tim Kalong Wewe Gakumda menyita 47 botol miras berbagai merk.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM memimpin langsung operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran Minuman Alkohol.

“Dari hasil lidik Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda ke lokasi, kedai tersebut ternyata menjual miras kembali. Warga sekitar resah dengan adanya keberadaan kedai menjual miras tersebut. Tanda tangan warga sudah ada dan disimpan Lurah Jurumudi Baru yang menyatakan ketidaksetjuuan adanya kedai miras tersebut. Kami melakukan penyitaan seluruh miras berbagai merk sebanyak 47 botol. Penyitaan ini dilengkapi berita acara. Kami melakukan penyegelan kedai tersebut karena sudah berkali-kali disidangkan Tipiring tapi tetap membandel menjual miras,” ungkap Kaonang didampingi Kepala Seksi Penegakan, Tatang Sumantri dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Gakumda.

Penjual miras di kedai itu, tambah Kaonang akan diajukan ke pengadilan negeri untuk disidangkan dalam sidang Tipiring, Selasa awal Maret mendatang. Setelah penggerebekan ini, kata Kaonang, Kalong Wewe Gakumda terus-menerus mengawasi aktivitas kedai miras yang disegel tersebut.

Sementara itu kedai miras yang pernah disegel Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda (tidak jauh dari lokasi kedai yang digrebek) termonitor segel utuh namun gembok rantainya tampak dibuka paksa dan di dalamnya sudah diisi. Walaupun segel tidak dicopot oleh pemiliknya dan tak terdapat miras, hanya dijadikan tempat tidur, namun karena membongkar gembok akhirnya penghuni kios itu dikeluarkan.

“Kami mengeluarkan semua penghuninya dan baju serta surat penting untuk dibawa oleh pemiliknya. Kami memberikan pemahaman untuk tidak mengulang merusak gembok segel. Kami menggembok kembali kedai yang telah disegel tersebut,” papar Kaonang yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Stisip Yuppentek.***
Ateng San | M Fadhillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *