80 Sanggar Beksi Ramaikan Gelar Seni Budaya Keramat Pucung

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG — Tak seperti hari-hari biasa, Sabtu pagi 30 Maret 2019 lapangan Galapuri di lingkungan RW 03 Kelurahan Sudimara Timur sudah dipenuhi warga dari wilayah Kecamatan Ciledug dan sekitarnya. Warga datang ke lapangan tersebut untuk mengikuti dan menyaksikan gelar seni budaya Kramat Pucung yang dilangsungkan selama dua hari, 30 – 31 Maret 2019.

Selama dua hari tersebut, beragam seni, budaya dan kuliner Betawi dipertunjukan serta disajikan. Di acara itu, warga yang datang selain bisa menyaksikan pentas seni budaya juga bisa menikmati jajajan atau kuliner khas Betawi. Di stand pasar rakyat ada tersedia dodol, kue geplak, wajik, kembang goyang, bir pletok, gelang bahar, pakaian pangsi dan banyak lagi yang lainnya. Di acara itu ada pula saung jajan Betawi Ora dari PKK RW 03 Kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

“Di hari pertama gelar seni budaya Kramat Pucung ini diawali dengan penampilan 18 kelompok senam dari seluruh wilayah Kecamatan Ciledug. Kemudian disambung pergelaran band religi/qosidahan, tari betawi, santunan yatim dan band Betawi Su’eb. Selanjutnya di hari kedua, Minggu 31 Maret 2019 acara dimulai dengan lomba mewarnai, selanjutnya menerima kunjungan pak Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan Camat Ciledug, eksebishi silat Betawi sanggar Sejabodetabek, lenong Betawi dan gambang kromong,” jelas Ketua Panitia Penyelenggara Gelar Seni Budaya Kampung Kramat Pucung, H Rahmat di lapangan Galapuri, Sabtu 30 Maret 2019.

Dalam gelar seni budaya ini, ditampilkan pula proses memasak dodol Betawi yang menggunakan wajan besar. Dibutuhkan waktu selama 12 jam dalam proses memasak dodol ini. Diaduk menggunakan adukan kayu dari batang pohon kelapa dilakukan bergantian secara tradisional. Sekretaris Kelurahan Sudimara Timur, Agus Lesmana turut menjajal mengaduk dodol.

Ketua Komunitas Seni Budaya Betawi (KSBB) Kecamatan Larangan, Joni Sopian mengapresiasi para pegiat seni budaya Betawi yang ada di Kramat Pucung telah berupaya melestarikan kultur Betawi kepada anak muda dalam bentuk pergelaran ini. Menurut Joni Sopian yang juga guru beksi, kegiatan gelar seni budaya ini dapat melebur semua perbedaan menjadi menyatu.

“Di acara gelar seni budaya Kampung Keramat Pucung ini dimeriahkan 80 sanggar beksi. Kita menjalin hubungan silaturahmi di ajang ini untuk melestarikan seni budaya Betawi,” jelas Joni Sopian didampingi generasi muda pegiat budaya Betawi, Syahlefi.

Berkenaan mengenai pelestarian dan pengembangan budaya Betawi di Kota Tangerang, Joni Sopian berharap Pemerintah Kota Tangerang segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Seni Budaya. Dinas yang menangani kebudayaan dinilai jalan sendiri tanpa melibatkan peran serta masyarakat.***
• Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *