Jaga Kesucian Ramadhan, Kalong Wewe Grebek Penjual Miras

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG Merespon laporan masyarakat yang tak ingin kesucian bulan Ramadhan ternodai oleh masih maraknya penjualan minuman keras (miras) di kedai atau warung-warung, Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sejumlah kedai miras, Sabtu malam 11 Mei 2019. Alhasil, dalam penggerebekan yang dipimpin langsung Kabid Gakumda, Kaonang didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri serta didukung unsur Polres Metro Tangerang Kota, Tim Kalong Wewe menyita 106 botol miras berbagai merek ditambah 120 kantong plastik ciu.

Operasi penegakan Perda Kota Tangerang nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol itu menyisir sejumlah ruas jalan protokol yang diindikasikan terdapat penjualan Miras. Target pertama Tim Kalong Wewe penjual ciu di samping Indomart Pertigaan Jl Gatot Subroto – Jl Perum Keroncong Permai, Jatiuwung. Di sini, Kalong Wewe berhasil mengamankan ciu yang disembunyikan dalam karung di gerobak warung, namun sang penjual, Mba Darmi telah kabur.

“Kami berhasil mengamankan 120 kantong plastik ciu yang setara dengan satu botol. Ciu itu disembunyikan di dua tempat. Namun berkat kejelian Tim Kalong Wewe, ciu yang disembuyikan si penjual tersebut berhasil terendus. Sang penjual beberapa bulan lalu pernah terjaring operasi oleh Kalong Wewe dan diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang dalam sidang Tindak Pidana Ringan. Oleh jaksa dan hakim kala itu, sang penjual ciu tersebut diganjar hukuman denda Rp300 ribu,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penegakan, Tatang Sumantri SIP usai giat operasi penyakit masyarakat (Pekat) di bulan Ramadhan, Sabtu malam 11 Mei 2019.

Selanjutnya Kalong Wewe bergerak menuju wilayah Kecamatan Periuk. Tim membidik kedai miras di Jl M Toha Kelurahan Periuk. Tampaknya pemilik kedai sudah mencium pergerakan Tim Kalong Wewe sehingga bisa menyembunyikan barang laknat yang dijualnya di tempat yang tidak diketahui. Di kedai miras di wilayah Periuk ini Kalong Wewe Gakumda hanya berhasil menyita tiga botol miras. Sementara di tempat itu banyak tersimpan botol kosong dan kardus kemasan miras.

Selanjutnya Kalong Wewe bergeser ke kedai miras milik Jefri di Jl M Toha RT 2 RW 1 Kelurahan Nambo Jaya Kecamatan Karawaci. Di kedai Jefri, tim berhasil mencium penyimpanan miras yang dikamuflasekan dalam peti tertutup tumpukan kardus kosong.

“Jefri ini menjelang Ramadhan kemarin telah digrebek Kalong Wewe dan langsung disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang. Kala itu Jefri divonis bersalah oleh hakim dan dikenakan hukuman denda Rp500 ribu. Ternyata denda sebesar itu tidak membuat Jefri jera. Malam ini Jefri terciduk kembali oleh Kalong Wewe, di kedainya terdapat 93 botol miras berbagai merk. Jefri mengulangi perbuatannya dengan sengaja,” ungkap Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Target berikutnya kedai miras di Jl Soleh Ali dekat tanjakan rel kereta Pasar Anyar. Sepertinya pemilik kedai miras ini sudah lihai untuk mengelabui Tim Kalong Wewe. Barang haram yang dijualnya disembunyikan di kolong warung rokok seberang jalan. Miras yang dijualnya tidak dalam botol, melainkan dibungkus menggunakan kantong plastik agar mudah menyembunyikannya. Lagi-lagi, berkat ketajaman penciuman dan kejelian Kalong Wewe akhirnya miras yang disembunyikan berhasil terendus pula. Kalong Wewe mengamankan 10 botol miras yang dikemas dalam bungkusan kantong plastik.

“Kami menerima laporan masyarakat. Mereka resah di bulan Suci Ramadhan masih ada miras di warung-warung. Penjual miras yang terjaring akan kami
sidangkan dalam sidang Tipiring. Setelsh penggerebekan, Kalong Wewe Gakumda terus-menerus mengawasi aktivitas warung ini, bila sudah disidangkan masih mengulang perbuatan melanggar Perda yang sama, akan kami upayakan untuk dilakukan penutupan/penyegelan tempat usaha tersebut seperti yang lain. Kami minta perlu segera ada penguatan Perda 07 tahun 2005 dengan perwal yang mengatur sangsi administrasi. Draf Perwal sedang kami susun untuk diserahkan ke Bag Hukum Pemkot Tangerang,” ujar Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *