Relawan Jokowi-Amin Ajak Untuk Bersabar Menunggu Hasil Resmi KPU.

Pandeglang -Menanggapi kondisi pasca Pemilu saat ini, Ketua Jangkar Bejo Pandeglang Romli atau sering di sapa ( Robi )”mengatakan, masyarakat seharusnya dapat bersabar menunggu hasil penetapan perhitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga tidak terjadi kegaduhan.

Ditambahkannya , Pemilu tidak hanya satu tahapan saja, namun ada beberapa proses tahapan lainnya serta memerlukan waktu.

“Kita semua ini karena sudah dipancing quickcount itu hasilnya ingin segera diketahui, siapa pemenangnya di Pilpres atau Pileg.

Mungkin ini akibat saja, dipancing dengan quickcount sementara disisi lain misalnya melalui realcount atau metode lain seperti exitpool itu kan menjadi semacam informasi menjadi pemicu,”paparnya saat dihubungi Senin .

Ditambahkannya, persoalan tersebut yang saat ini berkembang di masyarakat. Sehingga butuh kesadaran dan kesabaran dari masyarakat sendiri, untuk menunggu hasil resmi dari penyelenggara pemilu.

“Proses pemilu itu tidak satu hari. Mulai dari tanggal 17 (pencoblosan) bahkan sebelumnya, dan nanti berakhir tanggal 22(Mei). Jadi tidak cukup satu atau dua hari menanti hasilnya.

Memang harus sabar. Kan ada tahapan-tahapannya, mulai dari TPS, kecamatan, kemudian ke KPU kab/kota, provinsi baru ke nasional. Ada jenjangnya, bukan satu dua hari, jadi harus sabar masyarakat,”ungkapnya.

Humaedi atau Edo yang juga Ketua Jangkar Bejo Serang ikut menambahkan , bila terjadi permasalahan hukum, Pemilu sudah menyediakan mekanisme untuk penyelesaiannya.

Humaedi juga menyebutkan, permasalahan hukum yang terjadi dapat ditempuh sesuai dengan prosedur dan perundang-undangan yang berlaku.

“Misalnya berkaitan dengan hasil pemilu, misalnya ada persoalan hukumnya kan di bawa ke MK, atau secara internal kana da pengawas, ada Bawaslu, panwas.

Nanti juga ada DKPP, itu kan penyelesaian-penyelesaian hukum yang disediakan aturannya oleh undang-undang. Jadi tidak diluaran atau liar,”ungkapnya.

Bila sebatas aspirasi, kata Edo, tidak menjadi masalah asalkan masih dalam aturan main yang ada, tidak menimbulkan kegaduhan ataupun masalah lainnya  hingga konflik.

“Yang resmi itu hanya dari KPU, itu dasarnya dari C1 yang dihitung secara berjenjang. Ya sabar saja. Jadi memang tidak ada cara lain, kalau misalnya ingin mengikuti ya ikuti saja misalnya memantau disetiap tahapan. Kalau ada kecurangan tinggal ditunjukan, kan gitu, tanpa melalui sikap atau perbuatan anarkis,”semoga memberikan hasil yang baik buat bangsa dan negara ini , ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *