Redaksi

Syukuran Kemenangan Jokowi, Relawan Bagikan Takjil dan Santunan Anak Yatim

BANTEN-Dewan Pimpinan Wilayah Jangkar Bojo Jokowi Provinsi Banten mengadakan buka bersama dan syukuran atas kemenangan Jokowi dalam pemilu, (2/6) kegiatan ini diadakan diadakan di Kampung Kadomas Kabupaten Pandeglang.

Selain syukuran dan buka puasa bersama dengan seluruh pengurus Jangkar Bejo Provinsi Banten, kegiatan itu juga dibarengi dengan santunan anak yatim dan pembagian takjil kepada warga sekitar.

Pada kesempatan itu, Humaedi Ketua Jangkar Bejo Kabupaten Serang menyampaikan bahwa monen bulan puasa ini, dapat dimanfaatkan untuk saling menguatkan dalam membangun rasa persatuan dan kesatuan terutama di masyarakat.

“Pesta Demokrasi telah selesai, kini saatnya kita bersama-sama membangun bangsa ini, sekarang tidak ada lagi, 01 atau 02 yang ada sekarang adalah bangsa Indonesia”terang Humaedi.

Sementara itu, di tempat yang bersamaan, Ketua Jangkar Bejo Pandeglang Mohamad Robi berharap kepada Presiden terpilih Jokowi-Ma’aruf Amin ke depan agar bisa menuntaskan menuntaskan kemiskinan khususnya di Banten.

“Harapan saya, di periode kedua Jokowi ini, Di Banten sudah tidak ada lagi masyarakat yang miskin karena tidak bisa mengenyam pendidikan, akses kesehatan dan pendidikan”tutur Robi.

Dikatakan Robi, Jangkar bejo di kepemimpinan Jokowi yang kedua ini, akan ikut terlibat mengawal setiap program-progran pemerintah yang telah dijalakan agar bisa dirasakan oleh masyarakat. Menurut Robi salah satu yang harus kita kawal ialah tentang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS Mandiri yang masih belum tepat sasaran.

“Pokonya kita akan ikut kawal semua program pemerintah yang berpihak pada rakyat,”tungkas Robi.

Lewat Buka Bersama, Abdi Rakyat Bangun Silaturahmi dan Perkuat Persaudaraan

JAKARTA – Ratusan Relawan Abdi Rakyat (AR) menggelar buka puasa bersama sekalian meresmikan Sekertariat baru, Sabtu (26/5). Tujuan buka bersama tersebut untuk menjalin silaturahmi diantara Abdi Rakyat, Masyarakat dan Pemerintah, kegiatan itu dilaksanakan di Sekertariat Abdi Rakyat Jalan Harapan Mulya Dua, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam buka puasa itu juga dihadiri pengrus Abdi Rakyat, Sekertaris Kota Bagian Kesra, Camat Kemayoran, Lurah Harapan Mulya dan Seluruh warga yang ada di lingkungan Harapan Mulya.

Dalam Sambutanya Ketua Umum Abdi Rakyat, Muhamad Huda mengatakan dirinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus maupun anggota Abdi Rakyat seluruh DKI Jakarta yang telah hadir.

Dikatakan Huda, Abdi rakyat merupakan salah satu ormas yang berhasil mendudukan Gubernur Anies Baswedan pada saat pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017 lau. Huda menjelaskan selama ini Abdi rakyat kerap kali mengadvokasi masyarakat di DKI Jakarta yang terkena gusuran.

Menurut Huda, Saat ini Abdi Rakyat diberikan tugas oleh Gubernur untuk mengawal pemerintahan DKI dalam melakukan penataan kampung lewat pergub nomor 90,”Ada beberapa kampung yang sedang kita tata, salah satunya yaitu kampung yang guji baru. Abdi Rakyat akan memastikan program-program Gubernur DKI agar bisa diterima oleh masyarakat, “terang Huda.

Dalam kesempatan itu, Huda meminta kepada masyarakat agar aktif memberikan masukan kepada pemerintah supaya bisa berjalan dengan baik.

“Tolong sampaikan kalau memang ada yang harus diperbaiki dan dievaluasi oleh pemerintah DKI. Kami siap untuk menjadi penghubung dalam menyampaikan pesan-pesan masyarakat,”tegas Huda.

Sementara, itu Camat Kemayoran Asep Mulyaman sangat mengapresiasi dengan hadirnya Organisasi Abdi Rakyat di Wilayahnya, dia berharap Abdi Rakyat bisa menjadi jembatan untuk masyarakat dalam menyampaikan aspirasi warga di lingkunganya.

“Mari kita bersama sama memajukan DKI sesuai visinya Gubernur, yaitu maju kotanya bahagia warganya, semoga Abdi Rakyat bisa menjadi sahabat masyarakat dan pemerintah” Tungkas Asep.

Dewan Kota Tangerang Usulkan Bansos Kematian dan Pengelolaan Warisan Budaya

PANTAUNUSANTARA.COM, Kota Tangerang – DPRD Kota Tangerang mengusulkan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif dalam Rapat Paripurna, pada Rabu (15/5/2019).

Raperda inisiatif tersebut di antaranya terkait bantuan sosial (Bansos) kematian bagi masyarakat miskin dan pelestarian pengelolaan warisan budaya non benda.

Ketua Badan Pembuat Perda (Baperda) DPRD Kota Tangerang Eddy Ham mengatakan, usulan Raperda tentang bansos kematian ini sangat penting bagi masyarakat yang berstatus miskin.

“Perda ini sangat penting. Di kota ini masih banyak masyarakat miskin, tidak sedikit yang untuk pemakaman saja kekurangan dan kesulitan biaya,” jelas Eddy di gedung DPRD Kota Tangerang.

Eddy menyebut, masyarakat miskin yang tinggal di Kota Tangerang begitu banyak. Sehingga, pemerintah mesti membantu proses apabila mereka hendak mengurus kematian seperti dana transportasi untuk penguburan dan sebagainya.

“Selama ini kan tidak ada bantuan dan tidak pernah ada rencana. Ya Insha Allah nanti kalau disetujuin akan terlaksana,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut Eddy, terkait usulan Raperda tentang pelestarian pengelolaan warisan budaya non benda pun sangat penting untuk digodok hingga kemudian menjadi Perda.

Eddy menuturkan, warisan budaya non benda adalah kekayaan yang tidak ternilai. Menurutnya, warisan budaya pun memiliki nilai-nilai penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

“Warisan budaya juga sebagai alat untuk meningkatkan ketahanan budaya. Itu yang paling penting,” jelas dia.

Eddy menambahkan bahwa warisan budaya yang juga penting untuk diperhatikan adalah sebagai pembentuk karakter Kota Tangerang.

Pasalnya, budaya Kota Tangerang yang warganya hidup dengan keragaman dan diisi oleh berbagai etnis budaya non bendanya begitu kaya.

“Budaya non benda di Kota Tangerang harus dipertahankan, dijaga. Jadi kita bergabung jadi satu, tidak melihat itu Tionghoa dan Jawanya. Tapi semua kita ingin jadikan satu, namanya Kota Tangerang,” paparnya.

Eddy berharap dua usulan Raperda inisiatif ini dapat digodok dan dibahas bersama untuk kemudian dapat dipertimbangkan hingga menjadi Perda.

“Kan ini baru usulan dari DPRD Kota Tangerang yang mudah-mudahan usulan ini bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

DPRD Kota Tangerang Inisiasi Bantuan Sosial Kematian dan Pengelola Kebudayaan

PANTAUNUSANTARA.COM, KOTA TANGERANG – DPRD Kota Tangerang mengusulkan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif dalam Rapat Paripurna, pada Rabu (15/5/2019).

Raperda inisiatif tersebut di antaranya terkait bantuan sosial (Bansos) kematian bagi masyarakat miskin dan pelestarian pengelolaan warisan budaya non benda.

Ketua Badan Pembuat Perda (Baperda) DPRD Kota Tangerang Eddy Ham mengatakan, usulan Raperda tentang bansos kematian ini sangat penting bagi masyarakat yang berstatus miskin.

“Perda ini sangat penting. Di kota ini masih banyak masyarakat miskin, tidak sedikit yang untuk pemakaman saja kekurangan dan kesulitan biaya,” jelas Eddy di gedung DPRD Kota Tangerang.

Eddy menyebut, masyarakat miskin yang tinggal di Kota Tangerang begitu banyak. Sehingga, pemerintah mesti membantu proses apabila mereka hendak mengurus kematian seperti dana transportasi untuk penguburan dan sebagainya.

“Selama ini kan tidak ada bantuan dan tidak pernah ada rencana. Ya Insha Allah nanti kalau disetujuin akan terlaksana,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut Eddy, terkait usulan Raperda tentang pelestarian pengelolaan warisan budaya non benda pun sangat penting untuk digodok hingga kemudian menjadi Perda.

Eddy menuturkan, warisan budaya non benda adalah kekayaan yang tidak ternilai. Menurutnya, warisan budaya pun memiliki nilai-nilai penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

“Warisan budaya juga sebagai alat untuk meningkatkan ketahanan budaya. Itu yang paling penting,” jelas dia.

Eddy menambahkan bahwa warisan budaya yang juga penting untuk diperhatikan adalah sebagai pembentuk karakter Kota Tangerang.

Pasalnya, budaya Kota Tangerang yang warganya hidup dengan keragaman dan diisi oleh berbagai etnis budaya non bendanya begitu kaya.

“Budaya non benda di Kota Tangerang harus dipertahankan, dijaga. Jadi kita bergabung jadi satu, tidak melihat itu Tionghoa dan Jawanya. Tapi semua kita ingin jadikan satu, namanya Kota Tangerang,” paparnya.

Eddy berharap dua usulan Raperda inisiatif ini dapat digodok dan dibahas bersama untuk kemudian dapat dipertimbangkan hingga menjadi Perda. “Kan ini baru usulan dari DPRD Kota Tangerang yang mudah-mudahan usulan ini bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.