Budaya

Tumbuhkan Benih Pluralisme, FOBI Banten Sosialisasikan Barongsai ke Pondok Pesantren

PantauNusantara.com KABUPATEN TANGERANG – Melanjutkan perjuangan Gus Dur untuk menjaga tradisi dan menumbuhkan benih pluralisme serta toleransi antar umat beragama, Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (Pengprov FOBI) Banten dan Perkumpulan Barongsai Daya Bersama Karawaci mengadakan sosialisasi permainan barongsai kepada para santri Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah di Kampung Panggang Desa Slapajang Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Rabu 26 Desember 2018.

“Barongsai sudah menjadi bagian dari cabang olahraga diakui KONI. Diharapkan para santri bisa ikut serta sebagai atlet barongsai dalam PON 2020 di Papua,” nanti tutur Wakil Ketua Pengprov FOBI Banten, Elvan Wicaksana Wiguna yang juga calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Tangerang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Diterangkan lebih lanjut oleh Elvan, sosialisasi barongsai ke pondok pesantren ini terselenggara berkat dukungan Ketua Pengprov FOBI Banten,
Hasan Wijaya dan Pimpinan Perkumpulan Barongsai Daya Bersama Karawaci, Gito serta para donatur.

Pada kesemoatan itu Pengprov FOBI Banten menyerahkan barongsai beserta perlengkapannya kepada Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah yang di terima langsung oleh pengasuhnya KH Muhammad Ardani MA. Barongsai tersebut nantinya akan digunakan oleh para santri untuk berlatih.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah, KH Muhammad Ardani MA mengaku bangga dan bahagia pondok pesantren asuhannya mendapat bantuan perangkat alat barongsai.

“Ini menambah wawasan dan kegiatan para santri. Sehingga santri bisa melaksanaka kegiatan tarian sekaligus olahraga barongsai,” ujar KH Muhammad Ardani.

Ia berharap ke depan ada generasi pesantren yang ikut tampil dalam kegiatan tari dan olahraga barongsai di tingkat nasional bahkan sampai tingkat dunia.***

Ateng Sanusih | M Fadhillah

Komunitas Arttodog Akan Gelar Pameran Seni Rupa

TANGERANG, Pantaunusantara.com – Para pelukis yang tergabung dalam Komunitas Arttodog rencananya akan menggelarpameran seni rupa di Jalan raya Boulevard Gading Serpong, Blok BA3, No. 40,Tangerang, Banten pada 22-31 Desember 2018 mendatang.

Pameran seni rupa tersebut sebagai agenda tahunan yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Kali ini Komunitas Arttodog mengangkat tema ‘Musim Panas’, yang didasari suhu politik menjelang pemilu tahun 2019.

“Sejumlah 20 lukisan dengan tema yang sama, hadir dengan beragam warna dan bentuk yang unik siap ditampilkan untuk menarik perhatian para pengunjung. Gaya setiap karya lukisanpun berbeda, ada yang menyiratkan pesan dengan jenaka, satire, ada juga yang serius. Inilah yang membuat pameran senirupa ini berbeda,” ujar Yayat Lesmana selaku kordinator pelaksana. Rabu (19/12/2018)

Perlu diketahui, Komunitas Arttodog tidak hanya concern terhadap seni lukis semata, di antara anggotanya, ada juga yang menggeluti kerajinan tangan atau seni handycraft, dengan mendaur ulang bahan-bahan bekas.

“Inilah slah satu kegiatan yang akan turut memeriahkan event ini, dalam sessi Workshop Handycraft. Selain di meriahkan juga oleh aksi body painting dan wrokshop menggambar anak bersama,” ucapnya

“Tujuannya adalah untuk terus berkiprah dalam dunia senirupa sekaligus menjaga eksistensi berkesenian dengan semangat kekeluargaan”. Ucap Pemilik Galeri Tiang Art.

Ia juga berharap, seni rupa senantiasa berkembang hingga mendapat tempat yang layak di masyarakat baik di wilayah Tangerang maupun di Provinsi Banten pada umumnya.

Saat ditanya siapa pihak sponsor yang membiayai operasional untuk kagiatan ini. Jebolan ISI ini hanya tersenyum.

“Ngga  ada sponsor, ngga ada proposal, semua biaya dari iuran anggota saja, kita mah mandiri ajalah ga mau merepotkan,” ucapnya

Berikut nama-nama pelukis yang ikut memeriahkan event ini:

Ade Pasker

Abdi Yo Brow

Aryo Restapati

Arie Siswana

Bayu Aji

Bobbi Kt

Dhani Soegara

Fatoni

Rohadi Cumik

Nk Valsunday

Dwi Samuji

Soni Satria

Ridwan Manantik

Rey Rahma

Tiko betus

Okki Sugiharto

Yudi Noviansah

Yayat Lesmana

Tomo Art

Sherly Marella Apansyah Raih Juara Pertama Fashion Show Festival Budaya Nusantara Kota Tangerang

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page WordSection1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} –>

pantaunusantara.com, KOTA TANGERANG – Pagelaran fashion show yang dihelat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang dalam rangkaian acara Festival Budaya Nusantara ke-2 tahun 2018 di depan Pusat Pemerintahan (puspem) Kota Tangerang berhasil melahirkan bibit-bibit muda yang memiliki prestasi gemilang.

Salah satunya, peraih juara pertama pada pagelaran fashion show Festival Budaya Nusantara Kota Tangerang dimenangkan oleh Sherly Marella Apansyah, asal Batu Ceper, Kota Tangerang.

Sherly Marella Apansyah berlenggak lenggok di atas panggung dengan nomor urut 30. Gadis cantik yang lahir di Kota Tangerang, 21 Juli 2008 mengenakan batik etnik asal Solo, yang dikombinasi dengan perpaduan kombinasi payet berbulu.

“Tidak menyangka bisa menang dan meraih juara pertama pada pagelaran fashion show di Kota Tangerang. Awalnya hanya ingin berpartisipasi untuk kegiatan Festival Budaya Nusantara. Tapi tidak disangka dapat juara pertama,” ucap Sherly. Kamis (15/11/2018)

Lomba fashion show diikuti sebanyak 47 peserta yang berasal dari dalam dan luar Kota Tangerang. Peserta yang mengikuti lomba fashion show terbuka untuk umum dan dari semua kalangan. Termasuk ada juga model cilik yang mengikuti fashion show Kota Tangerang.

Sherly Marella Apansyah merupakan anak dari pasangan Apanudin dan Yayah Masyriyah, S.Ag. dikatakan oleh ibu tercintanya, Yayah Masyriyah, Sherly amat mencintai dunia modelling sejak kecil. Tekadnya untuk menjadi bintang model papan atas sudah terpatri dalam dirinya. Saat ini, Sherly Marella Apansyah kerap mengikuti foto sesion untuk beberapa foto model di tingkat nasional. Sherly Marella Apansyah juga kerap menyabet prestasi bergengsi di tingkat nasional.

“Walaupun terlahir bukan dari kalangan selebritis dan modelling, Sherly tidak patah semangat untuk mengukir prestasi di tingkat nasional,” ucap Yayah Masyriyah, ibu kandung dari Sherly Marella Apansyah.

Perlu diketahui, Sherly Marella Apansyah memiliki beberapa prestasi yang diraihnya. Di antaranya, Bintang Model Wajah Indonesia 2018, meraih Winner kategori A, Juara 1 busana batik, juara 2 busana pesta dan juara 3 berbakat.

Model Hunt TMII 2018, meraih juara best catwalk. Smart Model Look jogja 2017, meraih juara harapan 3 black and white. Smart Model Look Bali 2018, Runner Up 1, juara harapan 3 busana batik. Milad IWM Ciledung, meraih juara 1 winner busana muslim. Hari Kartini 2017, meraih juara 2 tingkat SD baju daur ulang. Hari Kartini 2018, meraih juara 2 tingkat SD baju daur ulang. Festival MUI Kota Tangerang 2016, meraih juara 2 busana muslim. Pekan Ramadhan Fokus Al Huda 2018, meraih juara 2 busana muslim. Pekan Ramadhan masjid Nururohman 2018, meraih juara 2 busana muslim. Kids Teens Depok Town Square 2017, meraih juara harapan 1

Siswa SMA Berinovasi Membuat Makanan Berbahan Dasar Leunca dan Daun Pepaya

PantauNusantara.com KABUPATEN TANGERANG – Dalam rangkaian kegiatan Food Explore 11 yang diadakan Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH), siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) ikut memeriahkan lomba Inovasi Bersyarat yang berkonsep membuat makanan dari bahan dasar leunca dan daun pepaya. Bahan makanan tersebut sesuai dengan tema ‘Food Local Wisdom & Global Trends’ yang diangkat Food Explore tahun ini.

Para peserta Inovasi Bersyarat ini berbentuk kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang. Lomba kali ini dikuti enam sekolah di sekitar Jabodetabek yang menampilkan sembilan produk inovasi buatan mereka. Lomba ini diadakan pada Kamis, 1 November 2018 di samping Lapangan Basket UPH dengan kriteria penilaian yang terdiri dari proposal, presentasi, video, produk, dan penjurian booth. Ada pula juara favorit berdasarkan hasil voting umum dari para pengunjung yang datang sejak pameran dibuka pukul 10.00 hingga 14.30 WIB.

Selain mencicipi makanan, para pengunjung juga bisa mendapatkan penjelasan tentang masing-masing makanan, mulai dari proses pembuatan, komposisi bahan, hingga manfaat makanan tersebut. Dekorasi booth, nama produk, dan cara pengemasannya juga tak luput dari perhatian para pengunjung yang datang.

Salah seorang peserta dari Bina Nusantara School Tangerang (Team B), Yip San, terlihat sangat antusias menjelaskan produk inovasi mereka yang bernama Papaylicious. Makanan ini menggabungkan daun pepaya sebagai bahan pangan tradisional dengan salted egg yang berkonsep kekinian. Yang menarik, tim ini membuat sendiri salted egg tersebut, sehingga bebas dari bahan-bahan kimia.

“Kami memakai kuning telur dari telur asin. Pertama-tama kuning telur tersebut dimasukkan ke dalam oven sampai kering, setelah itu kami jadikan bubuk. Selanjutnya kami merebus daun pepaya untuk menghilangkan rasa pahitnya. Lalu daun tersebut kami oven dengan suhu 150 derajat selama 5-10 menit. Daun ini tidak digoreng untuk mengurangi penggunaan minyak. Setelah selesai, daun pepaya kami taburi dengan bubuk salted egg tadi,” ujar Yip San.

Dirinya juga mengaku tertarik untuk melanjutkan studi ke Prodi Teknologi Pangan UPH karena lewat ilmu teknologi pangan tersebut bisa memacu kreativitasnya dalam membuat inovasi makanan.

Senada dengan itu, Amel, anggota tim dari SMA Atisa Dipamkara, mengungkapkan bahwa dengan mengikuti lomba ini, dirinya jadi semakin tertarik melanjutkan studi ke Prodi Teknologi Pangan, dan UPH menjadi salah satu pilihannya mengingat belum banyak universitas lain yang membuka prodi sejenis.

Produk buatan tim SMA Atisa Dipamkara sendiri adalah es krim dan biskuit dari bahan leunca. Aura, anggota tim lainnya menjelaskan tentang produk ini.

“Kami membuat es krim dari bahan sari leunca, dan biskuit dari kulit leunca. Kami memilih leunca karena masih belum banyak yang mengetahui bahan pangan ini. Bahkan setiap pengunjung di booth kami, pasti bertanya ‘leunca itu apa sih?’ Jadi kami ingin semakin banyak orang yang tahu tentang bahan leunca ini,” ungkap Aura.

Ada pula tim dari SMA Tarsisius I Jakarta yang membuat bakso daging sapi dengan campuran daun pepaya. “Bakso adalah makanan terkenal asal Indonesia. Kami memilih konsep bakso yang dicampur daun pepaya agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak. Jadi bagi anak-anak yang tidak suka sayuran, makanan ini bisa menjadi salah satu solusinya,” ujar Natasha, anggota tim SMA Tarsisius 1.

Natasha juga menambahkan, sebagai siswa kelas XII, ia mulai memikirkan untuk mengambil Prodi Teknologi Pangan saat kuliah nanti, dan UPH menjadi salah satu pilihan utama karena kualitasnya yang sudah diketahui masyarakat. ***

Berikut daftar sekolah beserta nama produk inovasi dalam Lomba Inovasi Bersyarat Food Explore 11:

1. Chips Daun Pepaya Telur Asin (Papaylicious), Bina Nusantara School Serpong (Team B)
2. Freely (Permen Leunca), SMA Tarakanita Gading Serpong (3)
3. R.E.S.E.P, Sekolah Citra Berkat
4. PapaFan (Chee Cheong Fan Daun Pepaya), SMA Tarakanita Gading Serpong (2)
5. Keripik Daun Pepaya, Jakarta Nanyang School
6. Ice Cream & Cookie (Le Unca), SMA Atisa Dipamkara
7. Rendang Bola Daun Pepaya, Bina Nusantara School Serpong (A)
8. Papechi (Mochi Daun Pepaya), SMA Tarakanita Gading Serpong (1)
9. MeatPapz (Bakso Sapi dengan Daun Pepaya), SMA Tarsisius 1

Daftar para pemenang Lomba Inovasi Bersyarat Food Explore 11:

• Juara 1: SMA Tarakanita Gading Serpong (3) – Freely
• Juara 2: SMA Tarsisius I Jakarta – MeatPapz
• Juara 3: SMA Tarakanita Gading Serpong (1) – Papechi
• Best Video: SMA Atisa Dipamkara – Ice Cream & Cookie
• Juara Favorit: SMA Atisa Dipamkara – Ice Cream & Cookie

• Ateng Sanusih