Daerah

Lima Tahun Menjabat, Tujuh Perda Inisiatif Disahkan DPRD Kota Tangerang

PANTAUNUSANTARA.COM, TANGERANG – DPRD Kota Tangerang menetapkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda). Penetapan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang pada Rabu (26/6/2019) lalu.

Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi mengatakan, sepanjang periode masa jabatan di DPRD Kota Tangerang, lembaga yang dipimpinnya telah menyelesaikan sebanyak 47 perda. Termasuk tiga perda yang ditetapkan saat ini dan tujuh perda inisiatif.

“Tiga peraturan daerah yang ditetapakan dalam paripurna tersebut merupakan dua di antaranya inisiatif dari DPRD Kota Tangerang,” ujarnya.

Ketiga perda tersebut adalah pelestarian warisan budaya tak benda, bantuan sosial kematian bagi penduduk miskin di Kota Tangerang, dan retribusi perizinan tertentu.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, dalam perda bantuan sosial kematian bagi penduduk miskin, pemerintah daerah masih melakukan pembahasan terkait besaran nilai bantuan. Perda ini akan ada evaluasi dan pengesahan dari Pemerintah Provinsi Banten.

“Untuk komposisi dari anggaran tersebut akan melihat jumlah penduduk warga miskin, walaupun bantuan sudah diperdakan, namun secara teknis akan diatur. Banyak hal teknis akan diatur dalam peraturan wali kota,” ujar Arief

Penegakan Perda 8/2005, Kalong Wewe Gakumda Ciduk Lima PSK

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Lima pekerja seks komersial (PSK) yang kerap mangkal di Jl Otista – Gerendeng, Wisma PKPN Jl Aria Santika dan di Manis Jl Gatot Subroto (Perbatasan Kota Tangerang – Kabupaten Tangerang) diciduk Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang dalam operasi penegakan Perda nomor 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran, Sabtu dinihari 6 Juli 2019.

Operasi penegakan Perda 8/2005 ini dipimpin langsung Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM didampingi Kepala Seksi Penegakan, Tatang Sumantri SIP dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil serta staf Bidang Gakumda Satpol PP. Menurut Kaonang, pihaknya merespon aduan masyarakat yang resah terhadap adanya aktivitas PSK di sejumlah tempat di Kota Tangerang Akhlaqul Karimah.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kaonang, target penindakan pertama yakni PSK yang mangkal di Jl Otista – Gerendeng, Karawaci. Di kawasan yang berdekatan dengan penginapan kelas melati ini Tim Kalong Wewe Gakumda menjaring tiga PSK, Amb, Am dan Yul.

Target penindakan kedua di wilayah Manis Kecamatan Jatiuwung, Jl Gatot Subroto perbatasan Kota Tangerang – Kabupaten Tangerang. PSK yang terjaring yakni Nung. Sementara satu PSK eks rehabilitasi Pasar Rebo,  Mirna saat hendak dijaring melarikan diri.

Target penindakan ketiga Wisma PKPN di Jl Aria Santika, Kecamatan Karawaci.
PSK yang diciduk Mita. Saat dilakukan operasi penegakan Perda 8/2005 di Wisma PKPN ini ada PSK yang melarikan diri, Nining eks rehabilitasi Pasar Rebo.

“Kami juga mengamankan dua unit kendaraan roda dua, uang Rp 237 ribu dan handphone. Kelima PSK yang terkena operasi penegakan Tim Kalong Wewe tersebut selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk dapat direhabilitasi,” ungkap Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang, Sabtu subuh 6 Juli 2019 usai pelaksanaan operasi penegakan Perda 8/2005.

Dikatakan Kaonang, Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus dan konsisten melakukan penegakan Perda serta Perwal agar Kota Tangerang lebih tertib. Pekan depan, sambung Kaonang pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola Wisma PKPN guna membuat pernyataan, bila nanti ada proses pembiaran praktek pelacuran di tempat tersebut, maka pengelolanya bisa diajukan untuk dipidanakan dan wisma itu bisa disegel.

Pemerhati Tangerang LIVE, Yahya Suhada mengapresiasi Kalong Wewe Gakumda yang terus memberantas penyakit masyarakat di Kota Tangerang Akhlaqul Karimah. Menurut Yahya Suhada ketegasan penegak Perda dan partisipasi masyarakat dalam melaporkan kondisi gangguan Kamtibmas merupakan kolaborasi yang bagus dalam mewujudkan program LIVE Kota Tangerang.

“Penyakit masyarakat seringkali kambuh dan terus berkembang sejalan dengan lalainya pengawasan dan tindakan. Saya bersyukur dengan adanya inovasi dan gebrakan Gakumda Kota Tangerang yang secara kontinyu melakukan penindakan terhadap pelanggar Perda. Pada akhirnya Kota Tangerang akan selalu meletakkan pondasi Akhlaqul Karimah dalam setiap pembangunan,” papar pemerhati Tangerang LIVE, Yahya Suhada.***

• Ateng San

PPDB SMP, DPRD Kota Tangerang Soroti Kuota Siswa Tidak Mampu

PANTAUNUSANTARA.COM, TANGERANG – Komisi II DPRD Kota Tangerang menyoroti kuota siswa yang berstatus keluarga tidak mampu atau miskin dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP Negeri di Kota Tangerang.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang Amarno mengatakan, PPDB dilakukan lewat jalur zonasi atau reguler 90 persen, prestasi 5 persen dan perpindahan orang tua 5 persen.

Menurutnya, terdapat 33 SMP Negeri di Kota Tangerang dengan jumlah kursi 11.000 dan jumlah siswa lulusan SD 31.000 yang menjadi calon pendaftar.

Amarno mengatakan, berdasarkan kajian Dinas Pendidikan Kota Tangerang, setiap sekolah negeri itu dapat menampung 300 siswa

Diestimasikan, 180 calon siswa diantaranya akan diterima di sekolah negeri lewat jalur zonasi dalam radius 6 Rukun Warga (RW) dengan jarak sekolah negeri.

Sementara 120 calon siswa diantaranya akan diterima lewat jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua.

“Yang kami soroti adalah kuota siswa yang berstatus miskin. Bagaimana kalau siswa miskin rumahnya tidak termasuk dalam zonasi 6 RW dan tidak berprestasi?” ujar Amarno di gedung DPRD Kota Tangerang, Kamis (20/6/2019).

Amarno menambahkan, tanggungan siswa miskin pun akan berat jika bersekolah di sekolah swasta, karena hanya biaya SPP yang ditanggung pemerintah. Sementara sarana penunjang lainnya tidak.

“Kalau sekolah di sekolah swasta biayanya sangat mahal, banyak yang harus mereka bayar,” katanya.

Amarno menuturkan, siswa golongan miskin pun memiliki hak untuk bisa bersekolah seperti halnya siswa pada umumnya.

“Hal itu sudah kami bahas, namun Dinas Pendidikan tidak bisa menjawab solusinya,” ucapnya

Syukuran Kemenangan Jokowi, Relawan Bagikan Takjil dan Santunan Anak Yatim

BANTEN-Dewan Pimpinan Wilayah Jangkar Bojo Jokowi Provinsi Banten mengadakan buka bersama dan syukuran atas kemenangan Jokowi dalam pemilu, (2/6) kegiatan ini diadakan diadakan di Kampung Kadomas Kabupaten Pandeglang.

Selain syukuran dan buka puasa bersama dengan seluruh pengurus Jangkar Bejo Provinsi Banten, kegiatan itu juga dibarengi dengan santunan anak yatim dan pembagian takjil kepada warga sekitar.

Pada kesempatan itu, Humaedi Ketua Jangkar Bejo Kabupaten Serang menyampaikan bahwa monen bulan puasa ini, dapat dimanfaatkan untuk saling menguatkan dalam membangun rasa persatuan dan kesatuan terutama di masyarakat.

“Pesta Demokrasi telah selesai, kini saatnya kita bersama-sama membangun bangsa ini, sekarang tidak ada lagi, 01 atau 02 yang ada sekarang adalah bangsa Indonesia”terang Humaedi.

Sementara itu, di tempat yang bersamaan, Ketua Jangkar Bejo Pandeglang Mohamad Robi berharap kepada Presiden terpilih Jokowi-Ma’aruf Amin ke depan agar bisa menuntaskan menuntaskan kemiskinan khususnya di Banten.

“Harapan saya, di periode kedua Jokowi ini, Di Banten sudah tidak ada lagi masyarakat yang miskin karena tidak bisa mengenyam pendidikan, akses kesehatan dan pendidikan”tutur Robi.

Dikatakan Robi, Jangkar bejo di kepemimpinan Jokowi yang kedua ini, akan ikut terlibat mengawal setiap program-progran pemerintah yang telah dijalakan agar bisa dirasakan oleh masyarakat. Menurut Robi salah satu yang harus kita kawal ialah tentang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS Mandiri yang masih belum tepat sasaran.

“Pokonya kita akan ikut kawal semua program pemerintah yang berpihak pada rakyat,”tungkas Robi.