Daerah

Muscab Pertina Kota Tangerang, Kaonang Terpilih Aklamasi

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG — Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Muscab Pengcab Pertina), Kaonang menjadi Ketua organisasi cabang olahraga tinju amatir di Kota Tangerang periode 2019 — 2023, Sabtu siang 23 Maret 2019 di sebuah rumah makan di Jl Gatot Subroto, Jatiuwung.

Kaonang yang juga Ketua Ikatan Alumni Stisip Yuppentek itu menjadi calon tunggal dalam Muscab Pengcab Pertina Kota Tangerang. Ia mendapat dukungan penuh dari para pengurus Pertina Kota Tangerang, pelatih serta para mantan petinju amatir dan profesional.

Ketua Pengcab Pertina Kota Tangerang yang telah berakhir masa jabatannya Desember 2018 lalu, Raymond Alfons menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang yang telah banyak membantu dan mendukung tinju amatir.

“Sesuai surat keputusan Pengprov Pertina Banten, masa kepengurusan Pertina Kota Tangerang berakhir Desember 2018. Dengan kegiatan ini kita bangun kembali kejayaan Pertina Kota Tangerang. Kita akan menciptakan pelatihan tinju di tiap kecamatan sehingga Pekan Olahraga Kota Tangerang nanti cabang olahraga tinju bisa disertakan dalam pertandingan,” ujar Raymond Alfons.

Musyawarah Cabang Olahraga Tinju Kota Tangerang tahun 2019 ini mengusung tema “Dengan Semangat Baru Kita Bangun Kembali Masa Jaya Pertina Kota Tangerang”.

Wakil Ketua II Koni Kota Tangerang, Warta Ginting mengatakan dalam pertemuan Koni, kepada seluruh pengurus cabang olahraga yang telah berakhir masa bhaktinya agar segera melakukan musyawarah.

“Alhamdulillah hari ini Muscab Pertina Kota Tangerang hari ini bisa dilaksanakan,” ujar Warta Ginting.

Ditegaskannya, Kota Tangerang sudah lima kali mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Diharapkan, kata dia Kota Tangerang dalam Porprov akan datang bisa meraih kejayaan kembali.

“Tahun 2005 kejayaan tinju Kota Tangerang sempat mengukir indah. Di antaranya atlet tinju Otong Kosasih. Saya berpesan agar para atlet dididik dengan baik guna meraih prestasi yang baik,” ujar Warta Ginting.

Kabid Olahraga Dispora Kota Tangerang, Agus Prasetyo menuturkan dengan niat tulus segala sesuatu Insya Allah akan berjalan mudah. Ia meminta agar ke depan Pertina lebih baik lagi. Hal ini mengingat tantangan ke depan lebih besar, Kota Tangerang akan menjadi tuan rumah Porprov.

“Ke depan Dispora bukan hanya mengurusi olahraga, tetapi juga harus membenahi sarana dan prasarana.
Pembinaan olahraga prestasi kita bersama Koni untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi. Pertina diharapkan sukses manajemen, pembinaan dan prestasi. Saat ini kita belum memiliki gedung olahraga indoor untuk beladiri. RPJMD sampai 2021 untuk pembangunan stadion dan sarana olahraga mencapai Rp1 trilyun,” ungkap Agus Prasetyo.

Ketua Pengprov Pertina Banten, Verry Yugangga mengatakan tinju di Kota Tangerang era sasana Pemuda Pancasila sangat ditakuti lawan. Ia berpesan di pengurusan baru nanti diharapkan tinju Kota Tangerang kembali jaya.

“Pra PON atlet dari Kota Tangerang akan dilibatkan semua. Dua PON lalu kita mengalami kegagalan. Saya harus menggenjot pelatih dan atlet untuk meraih prestasi maksimal. Saya minta untuk pengurus akan datang mampu menciptakan atlet tinju berprestasi emas. Jika Pertina Banten menjadi besar, itu semua tidak lepas dari dukungan kabupaten/kota,” ujar Verry Yugangga.

Ditambahkannya, di tahun 2022 Kota Tangerang sebagai tuan rumah Porprov. Dalam kesempatan itu atlet tinju Kota Tangerang harus bisa mengharumkan nama Pertina Kota Tangerang. Verry meminta dukungan dari pemerintah untuk membantu Pertina. Pembinaan junior sangat penting. maka itu untuk mendapatkan bibit petinju andal mau ga mau harus koordinasi dengan dunia pendidikan.

Ketua Pengcab Pertina Kota Tangerang terpilih, Kaonang menerima mandat dan amanat tersebut mengajak semua pihak untuk bersama menggiatkan olahraga tinju. Bila dalam kurun waktu dua tahun tidak menunjukkan prestasi dengan baik, Kaonang berjanji akan mundur.

“Ini ikrar saya. Saya ingin menghidupkan organisasi Pertina, bukan hidup dari organisasi Pertina. Dunia tinju meskipun baru bagi saya, namun harus mampu menujukkan prestasi membanggakan,” tegas kaonang yang disambut riuh tepuk tangan para peserta Muscab.

Menurutnya, untuk memajukan cabang olahraga tinju dengan prestasi gemilang diperlukan lima bahan pokok. Kelima hal utama itu yakni, bakat atlet harus berkwalitas, pelatih yang berkwalitas, sarana kwalitas, kompetisi yang intensif dan terakhir manajemen organisasi. Dengan lima utama itu Kaonang optimis Porprov 2022 Pertina Kota sukses banyak menyumbangkan medali.***
Ateng San | Yahya Suhada

Warek UMT Buka Musda Ikma PGSD Indonesia 2019

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG — Musyawarah Daerah Ikatan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Musda Ikma PGSD) Indonesia — Daerah I Wilayah II — dibuka di kampus UMT Jl Perintis Kemerdekaan – Cikokol, Kota Tangerang, Jumat siang 22 Maret 2019. Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Tangerang (Warek III UMT) Dr H Desri Arwen MPd membuka Musda tersebut.

Dalam amanatnya, Warek III UMT Desri Arwen mengungkapkan Musda ini bagian dari menjalin dan mempererat silaturahmi. Di sini, sambung Warek III, di acara Musda ini kumpul mahasiswa PGSD dari Banten, DKI dan Jawa Barat.

Sementara itu Ketua Pelaksana Musda, Shintya mengatakan, Musda yang mengusung tema Satu dalam Kreativitas ini berlangsung selama tiga hari (22 -24 Maret 2019) dan diikuti 15 perguruan tinggi dari Banten, DKI Jakarta serta Jawa Barat.

“Selama pelaksanaan Musda, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya pemilihan ketua, seminar serta city tour serta pelantikan pengurus periode 2019 – 2020,” jelas Ketua Pelaksana Musda, Shintya saat jumpa pers usai acara pembukaan Musda di kampus UMT.

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) PGSD FKIP UMT, Zaenab Fuji Rahayu menambahkan, suatu kebanggaan bagi UMT menjadi tuan rumah pelaksanaan Musda ini. UMT menjadi tuan rumah Musda berdasatkan hasil Musda di Uhamka Jakarta tahun 2018 lalu.

“Sebetulnya UMT diminta menjadi tuan rumah Musda pada tahun lalu. Ketika itu karena UMT baru bergabung dengan IKMA PGSD, kami belum siap, maka gantinya adalah Uhamka. Ketika Musda di Uhamka, kembali UMT diminta menjadi penyelenggara Musda. Maka hari ini diselenggarakan di UMT,” ungkap Zaenab Fuji Rahayu.

Ditambahkannya, dalam musyawarah ini membahas peraturan yang ada di pusat. Diharapkan ke depannya aspirasi guru di daerah bisa disampaikan kepada pemerintah melalui lembaga ini.

“Inti acara ini memilih pengurus baru periode 2019 – 2020,” ungkapnya.***
Ateng Sanusih | Yahya Suhada

Jelang Muscab, Kaonang Calon Kuat Ketua Pengcab Pertina Kota Tangerang

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengcab Pertina) Kita Tangerang akan menggelar musyawarah cabang (Muscab) Sabtu 23 Maret 2019.

Ketua Pengcab Pertina Kota Tangerang, Raymond Alfons menjelaskan Muscab ini untuk memilih ketua baru periode kepengurusan 2019 – 2023 sekaligus peremajaan pengurus.

“Kami harapkan dalam Muscab ini muncul Ketua Pencab Pertina Kota Tangerang yang kemudian melahirkan petinju baru berkwalitas dari Kota Tangerang,” ungkap Raymond Alfons, Rabu siang 20 Maret 2019.

Diakuinya, saat ini Kota Tangerang belum banyak memgorbitkan petinju yang mampu berbicara di laga nasional.

Maka itu Raymond berharap di bawah binaan ketua pengurus hasil Muscab nanti mampu mengukir prestasi gemilang para petinju adal Kota Tangerang di laga nasional dan internasional.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi. Dalam laga ini petinju Kota Tangerang harus mampu unjuk kemampuan sebagai atlet juara,” papar Raymond Alfons.

Sementara itu sebuah sumber menyebutkan, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM merupakan calon kuat untuk menjadi Ketua Pengcab Pertina Kota Tangerang periode 2019 – 2023.

Kaonang dinilai sebagai figur yang mampu menggeliatkan kembali gairah tinju amatir di Kota Tangerang. Ia juga dianggap memiliki potensi kuat untuk meniupkan gelora dunia tinju amatir Kota Tangerang sehingga bisa mengorbitkan bibit petinju ke laga nasional.

Menurut Kaonang, atas permintaan banyak pihak, di antaranya para mantan atlet tinju amatir dan profesional yang kini duduk menjadi pengurus Pengcab Pertina Kota Tangerang, dirinya bersedia untuk memimpin organisasi tinju amatir ini.

“Saya diminta oleh kawan-kawan atlet serta mantan petinju amatir dan profesional untuk memimpin Pencab Pertina periode mendatang. Sebagai anak bangsa, saya bersedia membaktikan diri demi bumi pertiwi tercinta,” jelas Kaonang.

Jika diberi amanat untuk memimpin Pertina Kota Tangerang, sambung Kaoang dirinya ingin mengembangkan olahraga tinju ke masyarakat guna memunculkan bibit-bibit baru yang andal dan potensial menjadi juara.

Mantan petinju amatir/profesional nasional, Otong Kosasih menilai Kaonang merupakan figur yang cocok untuk memimpin Pertina Kota Tangerang. Menurut Otong Kosasih, Kaonang punya semangat dan manajerial yang mumpuni untuk memajukan olahraga tinju Kota Tangerang.

“Saya optimis Pertina Kota Tangerang di bawah kepemimpinan pak Kaonang akan mampu memunculkan bibit-bibit baru yang bisa menunjukkan prestasi di laga nasional bahkan internasional,” ujar Otong Kosasih.***

• Ateng San | Yahya Suhada

Pengasong Dijaring Kalong Wewe Gakumda

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG — Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang kembali menjaring pedagang asongan yang berjualan di sejumlah persimpangan lampu merah, Selasa 19 Maret 2019.

Dipimpin langsung Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubungan Antar Lembaga (Hubtarga) Ahmad Payumi dan didukung unsur Polres Metro Tangerang Kota serta Kodim 0506/Tangerang, penertiban pedagang asongan itu menjaring sembilan orang pengasong.

“Kami melakukan penertiban terhadap sembilan orang pedagang asongan yang sedang menjualkan dagangannya di sekitaran lampu merah Kota Tangerang. Yang bersangkutan kami amankan dari lampu merah Tanah Tinggi, fly over PLN dan lampu merah Taman Makam Pahlawan,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Lebih lanjut Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menjelaskan, para pedagang asongan tersebut selanjutnya didata oleh Tim Kalong Wewe Gakumda.
Dari sembilan orang pedagang asongan tersebut, sebanyak tujuh orang bukan warga Kota Tangerang, hanya dua orang warga ber-KTP Kota Tangerang. Barang dagangan mereka disita selama 10 hari. Setelah 10 hari barang dagangan mereka tersebut dapat diambil kembali.

“Barang bisa diambil setelah membuat pernyataan bermaterai tidak lagi berdagang di lokasi yang di larang berjualan. Dari Perda 8 tahun 2018 atau Perda lain tidak diketemukan untuk disidangkan, hanya sanksi administrasi. Namun distributor asongan itu bisa di sidangkan. Kami sudah menemukan distributor asongan tersebut dan akan segera dipanggil,” ungkap Kaonang.

Dikatakan Kaonang, Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus secara kontinyu menertibkan anjal, gepeng, pedagang asongan di tiap sudut maupun persimpangan lampu merah. Hal ini dilakukan agar Kota Tangerang nihil dari aktivitas tersebut.

Pemerhati sosial perkotaan, San Rodi Kucai mendukung Gakumda Satpol PP Kota Tangerang yang dipimpin oleh Kaonang terus melaksanakan amanat Peraturan Daerah Kota Tangerang secara tegas tanpa tebang pilih. Hal ini demi kenyamanan dan keamanan bagi warga masyarakat sekaligus merealisasikan kota yang layak huni.

Selanjutnya Kucai meminta kepada Gakumda Satpol PP agar dapat memberikan sanksi yang tegas sebagai efek jera bagi para pelanggar Perda tersebut. Menurut pengamatan Kucai, Gakumda Satpol PP Kota Tangerang telah menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia dalam penerapan penegakan hukum Peraturan Daerah.

Pemerhati kebijakan Tangerang LIVE, Yahya Suhada juga mengapresiasi kinerja yang tidak pernah surut oleh Gakumda dalam melaksanakan penertiban yang konsisten dan kontinyu. menurut Yahya Suhada dipastikan siapapun yang melanggar tidak akan lolos dari sergapan Satpol PP yang rajin patroli.

“Harus juga ada kesadaran dari masyarakat bahwa setiap orang dilarang membeli dari pedagang asongan dan atau memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengamen dan pengelap mobil di jalanan. Tegakan hukum kepada siapa saja yang beraktivitas sebagai pengemis, mengkoordinir untuk menjadi pengemis, mengeksploitasi anak atau bayi untuk menjadi pengemis serta memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengemis,” tegas Yahya Suhada.

Ditambahkan Yahya, harus difahami bahwa tujuan dari peenegakan Perda adalah untuk ketenteraman ketertiban umum bagi kenyamanan masyarakat Kota Tangerang.***
• Ateng San