Hukum

Syukuran Kemenangan Jokowi, Relawan Bagikan Takjil dan Santunan Anak Yatim

BANTEN-Dewan Pimpinan Wilayah Jangkar Bojo Jokowi Provinsi Banten mengadakan buka bersama dan syukuran atas kemenangan Jokowi dalam pemilu, (2/6) kegiatan ini diadakan diadakan di Kampung Kadomas Kabupaten Pandeglang.

Selain syukuran dan buka puasa bersama dengan seluruh pengurus Jangkar Bejo Provinsi Banten, kegiatan itu juga dibarengi dengan santunan anak yatim dan pembagian takjil kepada warga sekitar.

Pada kesempatan itu, Humaedi Ketua Jangkar Bejo Kabupaten Serang menyampaikan bahwa monen bulan puasa ini, dapat dimanfaatkan untuk saling menguatkan dalam membangun rasa persatuan dan kesatuan terutama di masyarakat.

“Pesta Demokrasi telah selesai, kini saatnya kita bersama-sama membangun bangsa ini, sekarang tidak ada lagi, 01 atau 02 yang ada sekarang adalah bangsa Indonesia”terang Humaedi.

Sementara itu, di tempat yang bersamaan, Ketua Jangkar Bejo Pandeglang Mohamad Robi berharap kepada Presiden terpilih Jokowi-Ma’aruf Amin ke depan agar bisa menuntaskan menuntaskan kemiskinan khususnya di Banten.

“Harapan saya, di periode kedua Jokowi ini, Di Banten sudah tidak ada lagi masyarakat yang miskin karena tidak bisa mengenyam pendidikan, akses kesehatan dan pendidikan”tutur Robi.

Dikatakan Robi, Jangkar bejo di kepemimpinan Jokowi yang kedua ini, akan ikut terlibat mengawal setiap program-progran pemerintah yang telah dijalakan agar bisa dirasakan oleh masyarakat. Menurut Robi salah satu yang harus kita kawal ialah tentang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS Mandiri yang masih belum tepat sasaran.

“Pokonya kita akan ikut kawal semua program pemerintah yang berpihak pada rakyat,”tungkas Robi.

Jaga Kesucian Ramadhan, Kalong Wewe Grebek Penjual Miras

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG Merespon laporan masyarakat yang tak ingin kesucian bulan Ramadhan ternodai oleh masih maraknya penjualan minuman keras (miras) di kedai atau warung-warung, Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sejumlah kedai miras, Sabtu malam 11 Mei 2019. Alhasil, dalam penggerebekan yang dipimpin langsung Kabid Gakumda, Kaonang didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri serta didukung unsur Polres Metro Tangerang Kota, Tim Kalong Wewe menyita 106 botol miras berbagai merek ditambah 120 kantong plastik ciu.

Operasi penegakan Perda Kota Tangerang nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol itu menyisir sejumlah ruas jalan protokol yang diindikasikan terdapat penjualan Miras. Target pertama Tim Kalong Wewe penjual ciu di samping Indomart Pertigaan Jl Gatot Subroto – Jl Perum Keroncong Permai, Jatiuwung. Di sini, Kalong Wewe berhasil mengamankan ciu yang disembunyikan dalam karung di gerobak warung, namun sang penjual, Mba Darmi telah kabur.

“Kami berhasil mengamankan 120 kantong plastik ciu yang setara dengan satu botol. Ciu itu disembunyikan di dua tempat. Namun berkat kejelian Tim Kalong Wewe, ciu yang disembuyikan si penjual tersebut berhasil terendus. Sang penjual beberapa bulan lalu pernah terjaring operasi oleh Kalong Wewe dan diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang dalam sidang Tindak Pidana Ringan. Oleh jaksa dan hakim kala itu, sang penjual ciu tersebut diganjar hukuman denda Rp300 ribu,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penegakan, Tatang Sumantri SIP usai giat operasi penyakit masyarakat (Pekat) di bulan Ramadhan, Sabtu malam 11 Mei 2019.

Selanjutnya Kalong Wewe bergerak menuju wilayah Kecamatan Periuk. Tim membidik kedai miras di Jl M Toha Kelurahan Periuk. Tampaknya pemilik kedai sudah mencium pergerakan Tim Kalong Wewe sehingga bisa menyembunyikan barang laknat yang dijualnya di tempat yang tidak diketahui. Di kedai miras di wilayah Periuk ini Kalong Wewe Gakumda hanya berhasil menyita tiga botol miras. Sementara di tempat itu banyak tersimpan botol kosong dan kardus kemasan miras.

Selanjutnya Kalong Wewe bergeser ke kedai miras milik Jefri di Jl M Toha RT 2 RW 1 Kelurahan Nambo Jaya Kecamatan Karawaci. Di kedai Jefri, tim berhasil mencium penyimpanan miras yang dikamuflasekan dalam peti tertutup tumpukan kardus kosong.

“Jefri ini menjelang Ramadhan kemarin telah digrebek Kalong Wewe dan langsung disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang. Kala itu Jefri divonis bersalah oleh hakim dan dikenakan hukuman denda Rp500 ribu. Ternyata denda sebesar itu tidak membuat Jefri jera. Malam ini Jefri terciduk kembali oleh Kalong Wewe, di kedainya terdapat 93 botol miras berbagai merk. Jefri mengulangi perbuatannya dengan sengaja,” ungkap Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Target berikutnya kedai miras di Jl Soleh Ali dekat tanjakan rel kereta Pasar Anyar. Sepertinya pemilik kedai miras ini sudah lihai untuk mengelabui Tim Kalong Wewe. Barang haram yang dijualnya disembunyikan di kolong warung rokok seberang jalan. Miras yang dijualnya tidak dalam botol, melainkan dibungkus menggunakan kantong plastik agar mudah menyembunyikannya. Lagi-lagi, berkat ketajaman penciuman dan kejelian Kalong Wewe akhirnya miras yang disembunyikan berhasil terendus pula. Kalong Wewe mengamankan 10 botol miras yang dikemas dalam bungkusan kantong plastik.

“Kami menerima laporan masyarakat. Mereka resah di bulan Suci Ramadhan masih ada miras di warung-warung. Penjual miras yang terjaring akan kami
sidangkan dalam sidang Tipiring. Setelsh penggerebekan, Kalong Wewe Gakumda terus-menerus mengawasi aktivitas warung ini, bila sudah disidangkan masih mengulang perbuatan melanggar Perda yang sama, akan kami upayakan untuk dilakukan penutupan/penyegelan tempat usaha tersebut seperti yang lain. Kami minta perlu segera ada penguatan Perda 07 tahun 2005 dengan perwal yang mengatur sangsi administrasi. Draf Perwal sedang kami susun untuk diserahkan ke Bag Hukum Pemkot Tangerang,” ujar Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Pencopot Papan Segel Satpol PP Akan Dipidanakan

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Tim Paku memasang kembali papan segel bangunan yang dicopot paksa oleh orang tak dikenal, Jumat 10 Mei 2019. Papan segel milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang ditemukan di tumpukan tanah merah di wilayah RW 15, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kamis (9/5/2019). Papan segel diduga dirusak dan dibuang oleh pemilik bangunan.

Pada Rabu 8 Mei 2019 Tim Gakumda Satpol PP Kota Tangerang melakukan penindakan terhadap beberapa bangunan di wilayah Kelurahan Tanah Tinggi dengan melakukan penyegelan. Namun, pada Kamis (9/5) siang dikabarkan ada papan segel yang rusak diduga dibuang oleh pemilik bangunan.

“Hari ini Jumat (10/5) kami pasang kembali segel tersebut. Kami datangi lagi Tim Paku Bumi didampingi dari unsur kepolisian. Kami segel kembali sambil menghentikan aktivitas konstruksinya dan menyampaikan kepada pemilik bila dengan sengaja segel dirusak akan bisa dipidanakan,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM, Jumat petang 10 Mei 2019.

Ditegaskan Kaonang, pihaknya berencana mempolisikan oknum yang telah merusak dan membuang papan segel itu. Menurutnya, merusak segel merupakan pelanggaran KUHP pasal 232 dengan hukuman penjara 2 Tahun 8 bulan penjara.

“Ini perbuatan tidak menyenangkan. Apabila segel pada bangunan tersebut hilang dan rusak karena kesengajaan, saya tidak segan-segan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Dijelaskan Kaonang, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan hal yang wajib diurus oleh masyarakat yang hendak membangun.

“Saya juga berharap kerjasama pejabat wilayah untuk terus mensosialisasikan Perda yang ada dan mengarahkan warganya agar taat pada aturan,” harapnya.***
• Ateng San | Yahya Suhada

Jangkar Bejo : Ucapkan Selamat kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin.

Kita semua terus melihat progres hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019. Hasil sementara menyatakan pasangan calon Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo Sandiaga Uno.

Sekretaris Jangkar Bejo Banten, Mohamad Rohim mengucapkan rasa syukur dengan berlangsungnya Pemilu 2019 dengan lancar, aman, dan tertib .

Dia pun memberikan ucapan selamat atas kemenangan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres. “Selamat kepada Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin yang telah memenangkan Pilpres 2019.

Kemenangan ini masih berdasarkan quick count. Kami tunggu hasil resmi KPU. Tapi saya yakin hasilnya tidak akan jauh berbeda. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ujarnya Rohim , Selasa ( 23 /4 ).

Menurut pria yang biasa disapa Rohim ini , kemenangan Jokowi dan KH Ma’ruf adalah kemenangan rakyat Indonesia. Bukan kemenangan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin saja.

“Rakyat Indonesia telah memilih calon pemimpin bangsa ini ke depan, memilih pilihan presiden mereka sendiri. Mari kita rayakan kemenangan ini bersama. Kita lihat rakyat Indonesia bersuka cita dalam pesta demokrasi kali ini. Pemilu hal biasa, tidak ada istimewa, sudah berkali-kali kita ikut Pemilu. Mari kita bergembira saja,” Ungkapnya Rohim.

Mohamad Rohim berharap pasangan Jokowi – Kiai Ma’ruf dapat membawa Indonesia ke puncak kejayaan, sejahtera, makmur, dan maju.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf lima tahun ke depan, Indonesia akan jauh lebih baik, lebih maju, makmur dan sejahtera. Mari kita bersama mendukung kepemimpinan beliau berdua, membantu agar cita-cita menjadikan Indonesia maju bisa terwujud. Kita akan kritik untuk mengingatkan kalau dalam perjalanannya tidak sesuai,” tuturnya.

Mohamad Rohim mengatakan, Prabowo dan Sandiaga Uno adalah sosok negarawan. Kecintaannya pada negara dan bangsa Indonesia di atas segala serta putra terbaik bangsa .

“Saya menaruh hormat tinggi kepada Pak Prabowo. Beliau negarawan sejati. Begitu juga dengan Pak Sandiaga Uno yang saya yakin juga memiliki kebesaran jiwa. Keduanya telah memberi contoh yang baik bagaimana berdemokrasi. Nasionalisme beliau tidak perlu diragukan. Semua demi NKRI,” ungkapnya .

Mohamad Rohim, mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap bersatu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, ketertiban, serta keamanan bersama.

Beda pilihan adalah biasa dalam demokrasi. Yang terpenting adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.