Demo Buruh

Ketua Relawan Kesehatan Provinsi Banten Ucapkan Selamat Kepada Jokowi-Amin.

Ketua Relawan Kesehatan Provinsi Banten ROMLI (RKPB), mengucapkan selamat pada pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 atas perolehan suara di berbagai lembaga survei.

Ketua relawan RKPB , Romli mengatakan perolehan dari berbagai lembaga survei (quick count) menunjukkan Jokowi-Maruf Amin unggul dari Prabowo-Sandiaga dengan perolehan 55-45 peresen.

“Saya ucapkan selamat pada pak Jokowi dan pak kiai Maruf Amin. Tapi, Saya juga hargai menunggu rekapitulasi KPU dan optimis 01 tetap unggul, karena antara quick count dan real count tak jauh beda,” katanya, Rabu (24/4/).

Menurut peria yang berbadan gemuk ini dia berharap sebagai ketua relawan kesehatan provinsi banten dan juga ketua relawan jaringan kerja rakyat bersama jokowi (Jangkar Bejo Pandeglang)”menginginkan di periode kedua ini Jokowi-Amin dapat menuntaskan kemiskinan di banten.

Kami melihat kemiskinan diprovinsi banten sudah sangat kronis dan saya berharap periode kedua ini jokowi-Amin bisa menuntaskan kemiskinan.

Biar suara jokowi-Amin kalah di banten saya yakin Jokowi-Amin akan memprioritaskan masalah kemiskinan.

Buruh Demo, Perusahaan Cabut Gugatan

Puluhan buruh melakukan unjuk rasa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, di Jalan S. Parman Jakarta Barat. Para buruh yang berseragam merah-merah bertuliskan KASBI itu menyampaikan aspirasi secara bergantian tepat di depan pintu gerbang Pengadilan Negeri yang dikawal ketat oleh sejumlah aparat keamanan gabungan dari Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Dalam orasi-orasinya, para buruh yang berunjuk rasa meminta kepada Ketua dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk menolak gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan oleh PT. Sumber Bahagia Metalindo terhadap dua rekan mereka, yakni Burhanudin dan M. Nurdin.

Tidak dalam waktu yang lama, para buruh yang berunjuk rasa perwakilannya dipertemukan dengan pihak Pengadilan Negeri Jakarta Barat oleh pihak aparat keamanan.

Menurut keterangan salah satu peserta unjuk rasa yang turut serta menjadi perwakilan, menyatakan bahwa tindakan perusahaan yang menggugat Burhanudin dan M. Nurdin merupakan bentuk kesewenang-wenangan dan arogansi pengusaha serta tidak mencerminkan sifat kemanusiaan.

“Ini tidak berperikemanusiaan. Ibaratnya Burhanudin dan Nurdin bekerja kepada majikan untuk memperbaiki atap rumah namun terjatuh dan tertimpa tangga, lalu oleh majikan hendak ditimpa kembali dengan benda lainnya”,  tutur Ramlan kepada pantaunusantara.com

Ramlan menambahkan bahwa perkara gugatan perbuatan melawan hukum semacam ini telah terjadi beberapa kali di pengadilan negeri lainnya dan keseluruhannya ditolak.

 Agenda sidang mediasi antara Penggugat dengan Tergugat yang didampingi oleh kuasa hukumnya (PMA Law) pun berlangsung usai perwakilan buruh bertemu dengan pihak Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Sementara proses sidang mediasi berlangsung, pengunjuk rasa dan perwakilan buruh menunggu di luar pengadilan.

Dari informasi yang didapat oleh redaksi, mediasi berjalan alot dan terjadi deadlock (tidak ada kesepakatan) sehingga persidangan dilanjutkan kepada pemeriksaan pokok perkara, namun sebelum proses pemeriksaan pokok perkara berlangsung penggugat menyampaikan kepada Majelis Hakim mencabut gugatannya.

Penulis: Musri

Editor: Irman