Hamidah Liliarni

OSIS dan PTA Syafana Islamic School Beri Bantuan Korban Bencana Sulteng

PantauNusantara.com KABUPATEN TANGERANG – Keluarga Besar Syafana Islamic School – Gading Serpong Paradiso, Jl Raya Curug Sangereng No 1 Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebesar Rp75 juta.

Bantuan uang tunai itu disalurkan melalui tiga lembaga yakni Aksi Cepat Tanggap Rp25 juta, Dompet Dhuafa Rp25 juta dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rp25 juta.

Chief of Public Relations Syafana Islamic School, Hamidah Liliarni menjelaskan total donasi yang diterima dari masyarakat untuk korban gempa Palu dan Donggala sampai hari ini Jumat 19 Oktober 2018 sebesar Rp 123. 589.700.

“Kami telah salurkan sebesar Rp 75.000.000 melalui berbagai lembaga kemanusiaan,” jelas Hamidah Liliarni Jumat petang 19 Oktober 2018.

Liliarni menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendonasikan rejekinya untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh Keluarga Besar Syafana Islamic School, PT MAPAL Indonesia, Jamaah Masjid Al Hidayah Karawaci dan para donatur,” ungkap Liliarni

Dijelaskan Liliarni, pengumpulan dana untuk bantuan bencana di Sulteng ini terselenggara atas kerjasama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Parent Teacher Association (PTA) Syafana Islamic School. OSIS dipimpin oleh Vice Principal Secondary, Ustadz Nanang Jamachsary Lc.

“Sisa donasi akan kami salurkan untuk pembangunan sekolah darurat ke Yayasan Annur Buuts dengan alamat Jl Samudra 2, Kabonena, Palu Bar, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111. Mari kita berbagi untuk sesama. Pengumpulan dana ini dilakukan sejak 2 Oktober dan akan berakhir pada 22 Oktober 2018. Jadi saat ini masih berjalan,” terang Chief of Public Relations Syafana Islamic School, Hamidah Liliarni.

Ditambahkan Liliarni, diharapkan dari kegiatan penggalangan dana untuk Palu dan Donggala oleh OSIS serta PTA Syafana Islamic School ini agar tumbuh rasa empati dari anak-anak, kerjasama, rasa sosial juga saling membantu.***

• Ateng Sanusih | Muhammad Fadhilah