Kaonang

Disuplay dari Agen di Kabupaten Tangerang, Tiga Penjual Miras Digrebek Kalong Wewe

PantauNusantara KOTA TANGERANG – Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menyita 46 botol/kantong plastik minuman keras (Miras) darai tiga penjual di wilayah Kecamatan Tangerang, Jumat petang 19 Oktober 2018.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat serta atas petunjuk Kasatpol PP, Tim Kalong Wewe Gakumda melaksanakan tugas pokok dan fungsi melakukan penegakan Perda 7/2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol di tiga titik lokasi di wilayah Kecamatan Tangerang,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM kepada PantauNusantara.com Jumat malam 19 Oktober 2018.

Diuraikan Kaonang, ketiga target operasi itu yakni kedai jamu di Jl TMP Taruna diamankan barang bukti enam bungkus Miras, kedai jamu depan Pendopo Kabupaten Tangerang diamankan 29 bungkus plastik dan satu botol Miras, kedai jamu Jl Soleh Ali tepatnya turunan rel kereta api Pasar Anyar diamankan barang bukti delapan bungkus plastik dan empat botol Miras.

“Kami di lapangan didampingi Kasi Hubtarga, Kasi Penegakan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan staf tim Kalong Wewe. Seluruh KTP pelanggar kami amankan dalam rangka untuk di hadirkan dalam persidangan Tipiring pekan depan bersama pemilik agen Miras di Jl Perak Kelurahan Cibodas Baru sampig GOR Kecamatan Cibodas yang terkena operasi tangkap tangan Kamis 18/10,” ungkap Kaonang.

Operasi penegakan Perda 7/2005 ini dimulai pukul 17.00 karena kedai jamu mangkal ini buka di atas pukul 16.00 WIB. Modus penyimpanan Miras para pemilik kedai itu cukup menyulitkan tim. Untuk mengelabui tim Kalong Wewe, mereka menyimpan Miras dengan cara dititipkan ke pedagang lain yang agak jauh.

Seluruh pedagang miras yang diciduk tim Kalong Wewe Jumat petang ini mengaku Miras disuplay dari agen besar kawasan Perumnas II Bencongan Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Di wilayah itu Miras dijual sangat bebas karena belum ada tindakan dari Satpol PP Kabupaten Tangerang.

“Maka kiranya Satpol PP Kabupaten Tangerang bisa bertindak untuk menstop mata rantai peredaran Miras ilegal di Kota Tangerang. Jangan  ada pembiaran yang berdampak ke wilayah Kota Tangerang,” tegas Kaonang.

Lebih lanjut Kaonang mengatakan, Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus melakukan penegakan Perda secara kontinyu guna tercipta Kota Akhlaqul Karimah yang lebih tertib.***

• Ateng Sanusih | Muhammad Fadhilah

Kalong Wewe Grebeg Agen Miras Samping GOR Cibodas

PantauNusantara.com KOTA TANGERANG – Agen minuman keras (Miras) di kawasan Jalan Perak, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas digrebeg tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang dalam operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, Kamis pagi 18 Oktober 2018.

Team Leader Kalong Wewe Gakumda dalam operasi penegakan ke kawasan Cibodas ini dipercayakan kepada Usman dan Otong Kosasih. Tim didukung Unit Patroli Satuan Sabhara, Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Di kios Sibolga Nauli Billiar — Jl Perak No 4 Cibodas Baru — tim Kalong Wewe Gakumda menyita sebanyak 104 botol Miras berbagai merk. Jalan Perak dikenal sebagai kawasan kedai Miras. Di sepanjang jalan yang bersebelahan dengan Kantor Kecamatan Cibodas itu berjejer kedai Miras yang dibarengi dengan permainan ketangkasan billiar.

Selama ini kawasan tersebut seolah ‘sakti’ terhadap operasi penegakan Perda Kota Tangerang nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol. Tim Kalong Wewe beberapa bulan melakukan razia Miras ke kawasan tersebut, namun diduga telah bocor. Sehingga ketika tim Kalong Wewe tiba di kawasan tersebut semua kedai dan agen Miras tutup.

“Bahkan pernah pula ketika kami melakukan operasi pengakan Perda 7/2005 di kawasan tersebut, pemiliknya melakukan perlawanan dengan menyerang petugas,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah  Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri dan Kasi Hubtarga Ahmad Payumi.

Ditegaskan Kaonang, atas perintah Kepala Satpol PP Kota Tangerang dan sesuai tugas pokok dan fungsi, maka tim Kalong Wewe Gakumda melakukan penegakan Perda 7/2005 di kawasan Jalan Perak, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas. Kendati sudah sering dilakukan penegakan Perda terhadap kawasan tersebut, namun para pemilik kedai dan agen Miras masih tetap membangkang.

“Kami menerima aduan dari masyarakat bahwa kawasan Jalan Perak banyak penjual Miras. Masyarakat resah terhadap maraknya kedai dan agen Miras di kawasan Jalan Perak,” ungkap Kaonang.

Terhadap agen Miras Sibolga Nauli di Jalan Perak Raya nomor 4 Kelurahan Cibodas Baru yang kedapatan menjual minuman haram sebanyak 104 botol, jelas Kaonang akan diajukan ke persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang pada pekan depan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cibodas, KH Abdul Mubin menanggapi maraknya peredaran Miras di kawasan Jalan Perak Cibodas Baru mengaku sangat prihatin. MUI Kecamatan Cibodas minta kepada petugas terkait agar kiranya kedai dan agen Miras di kawasan Jalan Perak ditutup karena melanggar norma dan agama.

“Terkait  peredaran Miras di samping GOR Kecamatan Cibodas, kami selaku pengurus MUI Kecamatan Cibodas merasa prihatin. Semestinya sudah tidak ada lagi karena masyarakat Kota Tangerang adalah masyarakat religius. Masyarakat yang selalu mengedepankan nilai-nilai akhlaqul karimah,” ungkap Ketua MUI Kecamatan Cibodas, KH Abdul Mubin.

Merespon Ketua MUI Kecamatan Cibodas yang menginginkan ada tindakan penutupan/penyegelan terhadap kios penjual Miras, Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang mengungkapkan pihaknya akan mengusulkan agar diterbitkan Peraturan Walikota (Perwal) mengenai tindakan penyegelan terhadap kios para penjual Miras yang berulang kali ditindak namun masih membandel.

“Harus ada payung hukum lanjutan untuk menindak lebih tegas kepada terhadap pelanggar Perda. Dalam waktu tidak lama kami akan mengusulkan Perda mengenai penutupan kios,” ujar Kaonang.

Tiga Penjual Miras Disidang

Sementara itu tiga penjual Miras terkena operasi tangkap tangan (OTT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang dihadirkan ke meja hijau untuk disidang dalam tindak pidana ringan (Tipiring), Kamis siang 18 Oktober 2018.

Ketiga penjual Miras itu Claudio T penjual 473  botol Miras, Fadil Triyuda pemilik 279 botol Miras dan Ida pemilik 4 botol Miras. Jaksa Gozali SH dan hakim Elly Noeryasman SH MH menjatuhkan vonis bersalah terhadap ketiga penjual Miras.

Claudio T diganjar hukuman denda Rp750 ribu, Fadil Triyuda Rp500 ribu dan Ida Rp 150 ribu. Barang bukti Miras disita untuk dimusnahkan.***

• Ateng Sanusih | Muhammad Fadhillah

Dua Agen Miras Diciduk dan Tujuh PSK Digulung Kalong Wewe

PantauNusantara.com TANGERANG – Dua agen minuman keras (Miras) diciduk dan tujuh pekerja seks komersial (PSK) digulung tim Kalong Wewe Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Bidgakumda Satpol PP) Kota Tangerang dalam dua operasi penegakan peraturan daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Perda 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran.

Dua agen Miras yakni Safrial Fauji dan Nurhani, kendati sudah pernah diciduk Satpol PP dan divonis bersalah oleh hakim, namun hal itu tak membuatnya jera sebagai agen Miras. Kedua agen Miras itu terciduk kembali oleh Tim Kalong Wewe Bidang Penegakan Produk Hukum Satuan Polisi Pamong Praja (Bidgakumda Satpol PP) Kota Tangerang dalam operasi penegakan Perda nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, Selasa pagi 9 Oktober 2018.

Safrial Fauji digrebek di kiosnya di wilayah Kecamatan Pinang. Sementara Nurhani diciduk di tokonya di wilayah Kecamatan Cipondoh. Keduanya terkena operasi tangkap tangan menjual Miras di kiosnya masing-masing.

Dalam operasi yang dipimpin langsung Kepala Bidang (Kabid) Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang dengan team leader Kalong Wewe Gakumda, Otong Kosasih dan Dudi Rahmudi berhasil menyita sebanyak 80 botol Miras berbagai merk.

Safrial Fauji dan Nurhani langsung diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk disidangkan perkara pelanggarannya. Jaksa Erlangga dan hakim Mahmuriadi memvonis kedua agen Miras itu bersalah melanggar Perda Kota Tangerang 7/2005.

Nurhani divonis denda Rp500 ribu atau kurungan lima hari. Sedangkan Safrial Fauji oleh hakim diganjar hukuman denda Rp400 ribu atau kurungan empat hari.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana meninjau langsung pelaksanaan sidang terhadap pelanggar Perda 7/2005 di Pengadilan Negeri Tangerang. Didampingi Kabid Gakumda Kaonang, usai sidang agen Miras tersebut Mumung Nurwana menjelaskan selama ini sanksi pidana terhadap penjual Miras masih ringan. Akibatnya mereka tak jera.

“Sekarang akan ada Perda Tramtibum. Dalam Perda tersebut penjual Miras bila sudah pernah terkena tindakan hukum dari pengadilan, maka sanksinya tempat usaha mereka ditutup oleh Satpol PP. Penjual Miras membandel akan disegel,” jelas Kasatpol PP, Mumung Nurwana.

Gulung PSK

Sementara itu dalam operasi penegakan Perda 8/2005 yang dilakukan Rabu dinihari 10 Oktober 2018 tim Kalong Wewe Gakumda berhasil menggulung tujuh pekerja seks komersial (PSK) dari empat titik wilayah di Jl Merdeka, Jl Otista, Lapangan Ahmad Yani dan Jl Sitanala Kota Tangerang.

Para PSK yang digulung Kalong Wewe Gakumda yaitu Dini Isnaeni di Jl Sitanala, Setia Nurul Fika di Jl Otista, Andi di Jl Merdeka, Agus Syahputra di Jl Otista, Umi Daiyah di kawasan Mandala Jl Sitanala, Rela di Mandala Jl Otista dan Ningsih di Lapangan Ahmad Yani.

Mereka digulung Kalong Wewe Gakumda setelah beberapa personil tim ini melakukan penyamaran sebagai pria hidung belang yang berpura-pura menawar tarif sekali booking terhadap tiap PSK. Tawar menawar harga pas, langsung mengajak bercinta ke hotel melati terdekat.

“Kami bergerak pukul 01.00 dengan diawali anggota tim yang meluncur ke lokasi target. Tim Kalong Wewe Gakumda berhasil menciduk tujuh PSK di sejumlah lokasi yang berdekatan dengan penginapan kelas melati,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Kabid Gakumda) Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang SSos MM.

Setelah dilakukan pendataan di Mako Satpol PP Kota Tangerang, para PSK tersebut selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk diteruskan ke Panti Sosial di Pasar Rebo, Jakarta Timur guna dilakukan pembinaan. Ditambahkan Kaonang, Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus melakukan penegakan Perda agar Kota Akhlaqul Karimah ini senantiasa bersih dari penyakit masyarakat. Kepada masyarakat ia mengajak untuk bersama-sama menjaga ketentraman, ketertiban dan kenyamanan Kota Tangerang.

“Tim Kalong Wewe Gakumda melakukan operasi penegakan Perda menyertakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Dalam operasi Miras kami didukung Unit Patroli Satuan Sabhara, Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota. Sementara dalam operasi PSK kami bergerak didukung personil Tramtib Kecamatan Karawaci,” papar Kaonang.***

Ateng Sanusih | Yahya Suhada